HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://dayat_nst.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 21:55 WIB
Domisili
Deli Serdang - Sumatera Utara
Pekerjaan
Guru
Aku adalah orang yang sedang belajar membaca dan menulis, bekerja sebagai Staf Pengajar di Islamic International School Darul Ilmi Murni (IIS DIM) Medan dan MTs Muallimin UNIVA Medan.
Tulisan Rahmat Lainnya
Tangisan Gadis Kecil dan Hasan Al-Bashri
22 Mei 2012 pukul 20:00 WIB
Kepal Tangan, Potensi, dan Menembus Batas
28 April 2012 pukul 13:15 WIB
Jangan Sepelekan Surat Al-Fatihah
11 April 2012 pukul 15:00 WIB
Ibrahim bin Adham dan Bekas Budaknya
27 Maret 2012 pukul 17:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 23 Mei 2012 pukul 11:15 WIB

Karena ‘Pahala’ Sabar itu Tiga

Penulis : Rahmat Hidayat Nasution

Tak ada manusia yang diciptakan Allah tak luput dari masalah, karena pengujian keimanan seseorang terletak pada kemampuannya menghadapi masalah (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3). Allah yang menciptakan masalah juga memberikan resep agar mampu melalui musibah. Tepat, sabar adalah resepnya. Resep yang ampuh tanpa bayar dan unlimited.

Mengapa dalam menghadapi musibah harus sabar? Jawabannya, karena ‘pahala’ sabar itu tiga. Masalah yang dihadapi satu, tapi jika sabar balasannya tiga. Subhanallah resep yang dikasi Allah. Bukan hanya penyelesaian masalah yang didapat, tapi ‘antibiotik’ sabar juga memberikan efek yang lain.

Mari kita renungkan ayat ini, “Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah [2] : 157).

Ayat ini terletak setelah Allah mengatakan, "Apabila ditimpa musibah, maka katakan innalillahi wa inna ilaihi raji’un." Inilah korelasi antara sabar dengan masalah. Ayat tersebut memaparkan ada tiga ‘pahala’ yang bakal diberikan Allah kepada hamba-Nya yang sabar. Pertama, Allah berikan ampunan. Ampunan yang dijanjikan Allah secara sederhana dapat dimaknai sebagai kesejahteraan di dunia dan di akhirat. Kok, bisa diklaim sebagai kesejahteraan? Bukankah dengan datangnya musibah membuat kita sedih, susah bahkan terkadang sengsara?

Diklaim sebagai kesejahteraan lantaran sabar bisa menjadi penolong atau penyelamat. Penolong yang dapat menyelamatkan orang yang bersabar dari bahaya, baik bahayanya di dunia maupun di akhirat. Allah SWT. yang menghadirkan musibah tentu lebih mengetahui mengapa musibah mesti diberikan. Intinya, tetap untuk menyelamatkan hamba-Nya.

Contoh kecilnya, saat berkendaraan. Terkadang kita sedang terburu-buru, tapi kita tetap dituntut untuk mengemudikan kendaraan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai aturan. Saat lampu lalu lintas berwarna merah, maka kita dengan kerelaan hati harus berhenti. Saat ada rambu yang menujukkan tidak boleh belok ke arah tersebut, padahal lokasi yang dituju bisa lebih dekat melalui jalan itu, namun kita tetap ikuti aturan untuk tidak melalui jalan tersebut.

Coba pikirkan apa yang bakal kita dapat dengan mematuhi lalu lintas. Tentu saja keselamatan. Pihak Kepolisian yang memasang rambu-rambu lalu lintas tersebut lebih mengetahui bila pengguna jalan diizinkan melalui jalur tersebut atau tidak mematuhi lampu lalu lintas yang dipasang, maka akan terjadi kemacetan, kecelakaan, dan sebagainya. Jika pihak kepolisian saja berfikirnya demikian, terlebih lagi Allah SWT, Tuhan yang Maha Mengetahui yang ghaib. Allah ingin menyalamatkan hamba-Nya yang ditimpa musibah atau masalah dari masalah-masalah yang lain..

Kedua, Allah bakal kasih Rahmat-Nya. Maksudnya, Allah SWT akan kasih keberuntungan buat orang yang sabar menghadapi masalah. Tidak percaya? Coba ingat-ingat perilaku sabar yang pernah dilakukan! Sabar yang dianjurkan oleh Allah SWT dalam menghadapi masalah mengandung keberuntung. Karena Allah SWT sangat memahami bahwa setiap manusia menginginkan keberuntungan. Pedagang mengingingkan dapat memperoleh laba yang banyak dari dagangannnya. Siswa atau mahasiswa menginginkan keberuntungan dengan kelulusan dari studinya, baik itu naik kelas, naik tingkat, atau lulus dengan nilai excellent.

Di dalam Al-Qur’an Allah juga menyebutkan keberuntungan yang bakal didapat orang yang sabar, “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran : 200). Tidak perlu diragukan lagi janji Allah. Keberuntungan yang didapat pun bisa ganda. Bisa didapat di dunia dan di akhirat.

Ketiga, Allah bakal kasih petunjuk dalam menghadapi berbagai kesulitan yang dihadapinya. Selain keberuntungan, Allah juga kasih petunjuk atau solusi terhadap masalah yang dihadapinya. Ini adalah keberuntungan yang besar, bukan keberuntungan yang biasa-biasa. Ibarat pedagang, kalau dapat untung itu hal yang biasa. Kalau dapat untung yang besar, ini layak diekspos. Begitu juga dengan orang yang sabar. Jika ketika ditimpa musibah, uring-uringan atau memaki-maki itu hal yang biasa dilakukan manusia. Tapi, jika ditimpa musibah lalu bersabar dengan penuh kesabaran dan ingat Allah sedang mengujinya, ini baru yang luar biasa.

Meski sedang ditimpa musibah masih tetap taat kepada Allah. Masih tetap menjauhi hal-hal yang dimurkai Allah. Maka orang yang sabar akan masuk dalam kategori manusia yang difirmankan Allah di dalam surat Fushshilat ayat 35, “Sifat-sifat baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.

Karena itu, mari tetap bersabar dalam kesulitan atau musibah yang sedang menimpa diri. Niscaya kesabaran akan menjemput orang yang sabar menuju tempat terbaik. Terbaik dalam peruntungan, hasil, dan tindakan. Dengan sabar, kita tidak akan terjerumus dalam bujukan keinginan yang tidak diridhai Allah SWT. Persis seperti kata ahli hikmah, “Innasy syahwata tushayyirul muluuka ‘abiidan wa shabra yushayyirul ‘abida mulukan. Alaa taraa ilaa yusufa wa zulaikhaa (sesungguhnya syahwat itu dapat merubah raja menjadi hamba dan kesabaran dapat merubah hamba menjadi raja. Bukankah Anda melihat kisah Yusuf dan Zulaikha?).”

Sekarang, masihkah nelangsa, uring-uringan, atau mencaci maki ketika musibah hadir menghampiri? Jika ingin meraih tiga ‘pahala’ sabar yang dijanjikan Allah, jangan pernah lakukan hal-hal yang tidak diridhai Allah. Cukup bersabar dan perbanyak amal shaleh ketika musibah datang. Yakin Allah SWT pasti menolong.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Rahmat Hidayat Nasution sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mumtahah Annisa | Ibu Rumah Tangga
Di sini tempatnya kalau ingin berdiskusi sama teman-teman yang asyik banget.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0590 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels