|
QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
|



Rabu, 7 Juli 2010 pukul 17:40 WIB
Penulis : Puji Hartono
Nabi SAW mengatakan bahwa pernikahan adalah separuh agama. Ini bukanlah lelucon Nabi yang mulia, bahkan ini termasuk cara pandang dalam norma Islam. Kalau kita cermati lebih dalam, maka yang dikatakan Nabi selaras dengan ayat dan hadits-hadits yang lain, yakni bahwasannya banyak ibadah-ibadah dan keutamaan yang tidak bisa dilakukan kecuali setelah menikah. Di antara hal-hal tersebut adalah :
# Allah mengatakan, “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim : 6). Kalau belum menikah, maka bagaimana dia akan melaksanakan perintah “... dan keluargamu”?
# Nabi mengatakan bahwa sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya. Bagaimana seorang laki-laki akan mendapat keutamaan dari sisi ini kalau belum mempunyai istri?
# Janji pahala bagi suami yang menafkahi keluarganya, Nabi SAW bersabda, “Satu dinar yang engkau belanjakan di jalan Allah, satu dinar yang engkau keluarkan untuk membebaskan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada seorang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya dari semua nafkah tersebut adalah satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” Bagaimana seorang laki-laki yang belum menikah? Tentu dia tidak bisa mendapat keutamaan yang dijanjikan dalam hadits ini.
# Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya, "Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” Mungkinkah seorang perempuan akan bisa mendapatkan keutamaan ini kalau belum menikah?
# Sebab itu, maka wanita yang shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” (QS. An-Nisaa’ : 34). Bagaimana seorang wanita bisa meraih predikat shalihah jika belum teruji dengan ayat ini?
# Anak adalah investasi dunia dan akhirat, setiap amal kebaikan yang dilakukan apakah itu shalat, puasa, shadaqah, dan lain sebagainya, maka orangtua mendapat pahalanya. Nabi juga mengatakan bahwa amal hamba terputus kecuali 3 hal : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo'akan orantuanya. Seseorang mendapat keutamaan dari sisi anak shalih tentu harus menikah dulu kemudian mempunyai keturunan.
Dan masih banyak ibadah-ibadah lain yang tidak bisa dilaksakanan kecuali setelah menikah. Tidak berlebihan jika Nabi mengatakan bahwa menikah adalah separuh agama.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Puji Hartono sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.
jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan.
dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.