|
Ibn. Athaillah : "Di antara tanda keberhasilan pada akhir perjuangan adalah berserah diri kepada Allah sejak permulaan "
|





Rabu, 30 Desember 2009 pukul 11:30 WIB
Penulis : Eka Naningsih
Berbakti kepada kedua orangtua adalah kewajiban kita sebagai anak, apalagi momentum Idul Fitri dengan tradisi sungkeman. Ada banyak hikmah yang bisa kita ambil dari tradisi sungkeman ini, karena secara tidak langsung tradisi ini mengajarkan pada kita cara menghormati orangtua dan wujud bakti kita pada mereka, walaupun dalam konteksnya berbakti pada orangtua tidak hanya sebatas sungkeman saja, tapi sangat luas.
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan, dan ucapkanlah : Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al-Isra : 23-24).
Fatwa ulama mengatakan, Orang yang paling berhak untuk kita mensyukurinya dan berbuat baik kepadanya, terus menerus berbuat baik, taat kepadanya, dan tunduk setelah Allah SWT, yakni kedua orangtua, Allah berfirman, "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu." (QS. Luqman : 14).
***
Kedudukan dan Keutamaan Birul Walidain
1. Seiring dengan IBADAH.
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra : 23).
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu." (QS. Luqman : 14).
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo'a : Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. Al-Ahqaaf : 15).
2. Merupakan Salah Satu Amal yang Disukai Allah
Dari Abdurrahman bin Mas'ud RA. Ia berkata, "Saya bertanya pada Nabi SAW, "Amal apa yang paling disukai oleh Allah SWT?" Beliau menjawab, "Shalat pada waktunya." Saya bertanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Berbuat baiklah pada orangtua." Saya bertanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Berjuang (berjihad) di jalan Allah."
3. Perintah Birul Walidain Sudah Ada Sejak Dulu
Perintah Birul Walidain untuk Bani Israel, "Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu) : Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling." (QS. Al-Baqarah : 83).
Perintah Birul Walidain untuk Nabi Isa, "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." (QS. Maryam : 32).
Perintah Birul Walidain untuk Nabi Yahya, "Hai Yahya, ambillah Al-Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan Kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan banyak berbakti kepada kedua orangtuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka." (QS. Maryam : 12-14).
Perintah Birul Walidain untuk Nabi Ismail, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh. Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?" Ia menjawab : "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia : "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu." Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." (QS. Ash-Shaaffaat : 100-107).
Kisah nabi Ismail tersebut menandakan ketaatan beliau kepada bapaknya.
4. Antara Birul Walidain dan Ridha Allah Mempunyai Saling Ketergantungan
Hadits riwayat Hakim menyebutkan, Rasulullah SAW bersabda, "Ridha Allah tergantung ridha orangtua dan murka Allah tergantung murka orangtua."
Kisah Abdullah bin Salam Alqamah yang menderita saat sakaratul maut karena telah durhaka kepada ibunya sebagai contoh untuk kita agar dalam perjalanan hidup kita untuk selalu mendapat ridha dari orangtua, dan banyak lagi contoh anak durhaka seperti dalam tayangan televisi.
5. Birul Walidain akan Memperpanjang Umur dan Dimudahkan Rizkinya
6. Birul Walidain Merupakan Salah Satu Sebab Diterimanya Do'a
Seperti kisah 3 pemuda yang bersembunyi dalam goa, salah satunya adalah pemuda yang sangat berbakti pada orangtuanya, selalu menyediakan susu untuk orangtuanya. Amalannya itu menyebabkan pintu goa tergeser sedikit.
7. Birul Walidain Menjadi Sebab Masuknya Kita ke Surga
Abdullah bin Amr bin Al-'Ash RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Dosa-dosa besar adalah mempersekutukan Allah, durhaka pada orangtua, membunuh jiwa, dan sumpah palsu." (HR. Bukhari).
Dalam riwayat lain, Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Sungguh rugi, rugi, rugi, orang yang mendapatkan kedua orangtuanya, baik salah satu atau kedua-duanya, lanjut usia tetapi ia tidak masuk surga." (HR. Muslim).
***
Birul Walidain bisa kita wujudkan dalam berbagai cara, di antara bentuk-bentuk birul walidain yaitu :
a. Mendo'akan ibu dan bapak.
b. Merbuat baik kepada kedua orangtua.
c. Mengikuti keinginan orangtua selama tidak menyimpang dari perintah Allah.
d. Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut.
e. Membantu dengan harta.
f. Tidak menyakiti perasaan, hati, dan badan orangtua kita.
g. Merawat dan memelihara serta menjaga dengan sabar ketika ibu dan bapak sudah renta. Dan kita harus menyenangkan hati mereka.
h. Jika orangtua sudah meninggal, kita tetap menjaga silaturrahim terhadap teman-teman dan saudara orangtua.
Wallahu a'lam.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eka Naningsih sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.


