Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://setta.kotasantri.com
Bergabung
12 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Mampang Prapatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Analis Industri
Penikmat sastra, admin situs Cerpen Koran Minggu di http://lakonhidup.wordpress.com
http://lakonhidup.wordpress.com
setta_81@yahoo.com
setta_81@yahoo.com
Tulisan Setta Lainnya
Selamat Jalan, Sahabat
7 September 2009 pukul 15:20 WIB
Republik Dagelan
20 Agustus 2009 pukul 15:30 WIB
Del Piero dan Fighting Mind
11 Agustus 2009 pukul 16:09 WIB
Virus Flu Onta
1 Agustus 2009 pukul 19:21 WIB
Lin, Aku Belajar Banyak Darimu
31 Juli 2009 pukul 15:08 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 9 September 2009 pukul 18:00 WIB

Berburu Malam Qadar

Penulis : Setta SS

Sepertiga terakhir bulan Ramadhan adalah saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang melimpah. Di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan (83,33 tahun).

“Malam Qadar (kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar [97] : 3-5).

Ummu Mu’minin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, berkata, “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim).

Kapan malam Qadar itu terjadi?

“Carilah lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

“Carilah lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Terjadinya malam Qadar (lailatul Qadar) di tujuh malam terakhir bulan Ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Carilah lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim).

Apa tanda-tanda malam Qadar?

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang.

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thayalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqah/terpercaya.).

2. Malaikat menurunkan ketenangan, sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain.

3. Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar.

Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Shubuh hari dari malam Qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim).

Semoga Allah SWT menganugerahi kita dengan mendapatkan keutamaan malam Qadar pada Ramadhan kali ini. Amin.

***

7 September 2oo9 o7:49 a.m.

Referensi: Tuasikal, M. A., 2009,
“Panduan Ramadhan, Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah”,
Pustaka Muslim, Yogyakarta

http://lakonhidup.wordpress.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Setta SS sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ibu Hafif | Ibu RT
Webnya www.kotasantri.com bagus euy.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1103 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels