Pelangi » Risalah | Rabu, 3 Juni 2009 pukul 18:33 WIB

Lima Wasiat untuk Perjalanan Kita Menuju Taman-taman Kebaikan

Penulis : Ida Jubaidah

Iman yang benar kepada Allah akan membersihkan, menyucikan, dan membahagiakan jiwa, serta mengusir kegundahan darinya. Karakter iman bisa bertambah dan berkurang. Iman seorang mukmin akan langsung berkurang ketika bermaksiat dan akan bertambah tatkala mengerjakan ketaatan.

Sesungguhnya, ini merupakan wasiat ringkas yang dapat kita gunakan untuk mengamankan jiwa dan kebaikan kita dari kesia-sian dengan izin Allah SWT.

Wasiat Pertama : Niatkanlah perbuatan kita untuk mengharapkan ridha Allah dan ikutilah petunjuk Nabi Muhammad SAW. Sebab, amalan tak akan menjadi benar kecuali dengan kedua syarat ini. “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS. Al-Kahfi : 110).

Wasiat Kedua : Janganlah berlambat-lambat dalam memenuhi panggilan kebaikan. Akan tetapi, bergegaslah melaksanakannya dengan jiwa yang baik, rela, dan bahagia. Sebab, hal ini merupakan bagian dari ketakwaan. Allah SWT berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran : 133).

Wasiat Ketiga : Jika Allah telah memberi kita petunjuk untuk melakukan kebaikan, lakukanlah dengan baik dan bersungguh-sungguh. Sebab, Allah SWT berfirman dalam surah Yunus : 26, “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Wasiat Keempat : Janganlah mengingatkan diri kita dengan kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan. Janganlah pula mengharapkan balasan dari orang yang pernah kita muliakan. Sebab, Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.” (QS. Al-Baqarah : 264).

Wasiat Kelima : Balaslah orang yang berbuat baik kepada kita meski dengan ucapan yang baik. Sebab, hal itu bisa membantu kita -setelah ALLAH- untuk berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (QS. Al-Baqarah : 237).

Selamat menjaga karakter iman kita, karena menjaga iman agar selalu bertambah atau
minimal stabil adalah sebuah keniscayaan.

KotaSantri.com © 2002-2012