HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://ngumbara.kotasantri.com
Bergabung
16 April 2009 pukul 22:48 WIB
Domisili
Bandar Lampung - Lampung
Pekerjaan
PNS/Guru
Tulisan Ida Lainnya
Mengenal Allah SWT
8 September 2009 pukul 17:30 WIB
Menikmati Kesungguhan
21 Agustus 2009 pukul 17:30 WIB
Cinta Allah Sangatlah Indah
16 Juni 2009 pukul 17:10 WIB
Pelangi
Pelangi » Risalah

Rabu, 3 Juni 2009 pukul 18:33 WIB

Lima Wasiat untuk Perjalanan Kita Menuju Taman-taman Kebaikan

Penulis : Ida Jubaidah

Iman yang benar kepada Allah akan membersihkan, menyucikan, dan membahagiakan jiwa, serta mengusir kegundahan darinya. Karakter iman bisa bertambah dan berkurang. Iman seorang mukmin akan langsung berkurang ketika bermaksiat dan akan bertambah tatkala mengerjakan ketaatan.

Sesungguhnya, ini merupakan wasiat ringkas yang dapat kita gunakan untuk mengamankan jiwa dan kebaikan kita dari kesia-sian dengan izin Allah SWT.

Wasiat Pertama : Niatkanlah perbuatan kita untuk mengharapkan ridha Allah dan ikutilah petunjuk Nabi Muhammad SAW. Sebab, amalan tak akan menjadi benar kecuali dengan kedua syarat ini. “Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Rabb-nya.” (QS. Al-Kahfi : 110).

Wasiat Kedua : Janganlah berlambat-lambat dalam memenuhi panggilan kebaikan. Akan tetapi, bergegaslah melaksanakannya dengan jiwa yang baik, rela, dan bahagia. Sebab, hal ini merupakan bagian dari ketakwaan. Allah SWT berfirman, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran : 133).

Wasiat Ketiga : Jika Allah telah memberi kita petunjuk untuk melakukan kebaikan, lakukanlah dengan baik dan bersungguh-sungguh. Sebab, Allah SWT berfirman dalam surah Yunus : 26, “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak pula kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.”

Wasiat Keempat : Janganlah mengingatkan diri kita dengan kebaikan-kebaikan yang pernah kita lakukan. Janganlah pula mengharapkan balasan dari orang yang pernah kita muliakan. Sebab, Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima.” (QS. Al-Baqarah : 264).

Wasiat Kelima : Balaslah orang yang berbuat baik kepada kita meski dengan ucapan yang baik. Sebab, hal itu bisa membantu kita -setelah ALLAH- untuk berbuat kebaikan. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (QS. Al-Baqarah : 237).

Selamat menjaga karakter iman kita, karena menjaga iman agar selalu bertambah atau
minimal stabil adalah sebuah keniscayaan.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ida Jubaidah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Azman Ridho Zain | Santri
Salut dengan keberadaan website ini. Semoga bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar sesama santri dan komunitas pesantren se-Indonesia.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1142 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels