Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Santri
Hasanuddin
Amil Zakat
Kubu Raya
Adinda Poetri
PNS
Cimahi
Forum
Suara
Akinara : Semangat. Memang sudah merupakan kepastian kalau berjalan di jalan ini, banyak durinya. Semangatsemangatsemangat
ida : Ninggalin jejak
Pelangi
Risalah
Rabu, 23 Mei 2012 pukul 11:15 WIB
Rahmat Hidayat Nasution
Tak ada manusia yang diciptakan Allah tak luput dari masalah, karena pengujian keimanan seseorang terletak pada kemampuannya menghadapi masalah (QS. Al-Ankabut [29] : 2-3). Allah yang menciptakan masalah juga memberikan …
Selengkapnya • Suka
Rabu, 16 Mei 2012 pukul 11:00 WIB
Sylvia Nurhadi
Manusia pada umumnya mencintai harta benda. Oleh karenanya menjadi kaya adalah idaman dan cita-cita kebanyakan orang. Demi mencapai tujuan inilah orang rela mengerjakan pekerjaan apapun, tidak peduli apakah pekerjaan itu …
Selengkapnya • Suka
Rabu, 9 Mei 2012 pukul 12:00 WIB
Akhmad Muhaimin Azzet
Dari Muadz bin Jabal RA, dia berkata, “Pada suatu pagi Rasulullah SAW terlambat datang kepada kami untuk mengerjakan shalat shubuh hingga hampir saja kami melihat cahaya matahari. Lalu, beliau keluar …
Selengkapnya • Suka
Rabu, 2 Mei 2012 pukul 11:00 WIB
Rahmat Hidayat Nasution
Dalam kitab Al-Munabbihaatu ‘Ala Al-Isti’daadi li Yaumi Al-Ma’ad, Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqalaaniy mencantumkan ucapan Al-A’masy Sulaiman bin Mihran Al-Kuufy, “Siapa yang bermodalkan takwa, maka lisan tidak mampu menyebut betapa besarnya …
Selengkapnya • Suka
Rabu, 25 April 2012 pukul 12:00 WIB
Irham Sya'roni
Entah mengapa, tiba-tiba saya teringat sosok bernama Pak Gondo, seorang OB alias office boy di lembaga pendidikan tempat saya mengajar beberapa tahun lalu. Suatu hari, Pak Gondo menerima sebungkus makanan …
Selengkapnya • Suka
Ridwan | Mahasiswa
Mari kita jalin silaturahmi dan ukhuwah di KSC ini. Mudah-mudahan kita semua dapat tambahan ilmu dan manfaat. Aamiin.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1545 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels