QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Tamu adalah Salah Satu Pintu Rezeki
15 Desember 2013 pukul 21:00 WIB
Berniaga dengan Orang Terdekat
9 Desember 2013 pukul 18:00 WIB
Petunjuk dari Allah SWT
3 Desember 2013 pukul 19:00 WIB
Menjaga Harga Diri
27 November 2013 pukul 18:00 WIB
Benarkah Ia Wakil Rakyat?
21 November 2013 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 21 Desember 2013 pukul 20:00 WIB

Setidaknya, Takutlah pada Allah SWT

Penulis : Mujahid Alamaya

Dalam beraktifitas, tentu tidak lepas dari yang namanya lalu lintas. Setiap saat, mau tidak mau, harus lewat jalan raya untuk mencapai tujuan. Rupanya, kesadaran sebagian besar masyarakat dalam mematuhi tata tertib lalu lintas masih kurang. Dapat dimaklumi jika pelanggar lalu lintas adalah mereka yang awam pendidikan, tapi itu bukanlah sebuah alasan. Siapapun wajib mematuhi tata tertib untuk kebaikan bersama.

Saya pernah dibuat kaget dengan ulah sebagian pelanggar lalu lintas yang menurut saya merupakan orang berpendidikan dan mungkin lebih paham agama. Terlihat dari cara berpakaian, sepertinya mereka memang paham agama. Jilbabnya yang lebar dan hampir menutupi badannya, membuat saya menyimpulkan demikian. Tapi di balik penampilannya, sikap mereka dalam melanggar lalu lintas membuat saya kecewa.

Pernah saya melihat seorang jilbaber yang memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Di lain waktu, saya melihat jilbaber yang masuk jalur busway dengan santainya. Pernah pula saya melihat jilbaber yang mengemudikan sepeda motor di atas trotoar. Dan, tak jarang saya melihat kaum lelaki yang hendak ke masjid untuk shalat berjam'ah, tapi membawa sepeda motor di jalur berlawanan alias melawan arus.

Mereka, para pelanggar lalu lintas, biasanya bersikap tertib jika ada petugas polisi. Bahkan, kadang merekapun tetap melanggar walau ada petugas polisi yang berjaga. Saya tak habis pikir dengan sikap mereka, khususnya saudara seiman yang paham akan agama. Mereka tidak mengamalkan apa yang mereka pelajari. Jikalah tidak takut pada polisi, setidaknya takutlah pada Allah SWT yang Maha Segala-galanya.

Bagi saya, tertib dengan mematuhi peraturan, apapun itu selama tidak melanggar syari'at, sama artinya dengan tertib mematuhi aturan-Nya. Maka dalam berbagai hal, termasuk dalam hal lalu lintas, saya selalu berusaha untuk tertib dan tidak melanggar peraturan. Ketika ada kesempatan untuk melanggar karena tidak ada petugas polisi, saya selalu berkeyakinan, bahwa Allah SWT Maha Melihat apa yang saya lakukan dan saya merasa berdosa jika melanggarnya.

Wallahu a'lam.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eni Sumartini | Dosen Keperawatan
Alhamdulillah, tulisannya baik, semoga jadi amal shaleh yang tidak terputus. Amin.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0564 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels