Pelangi » Refleksi | Rabu, 11 Desember 2013 pukul 20:00 WIB

Berita Positif : Berita Negatif = ?

Penulis : Arry Rahmawan

Apa yang disuguhkan pada kita saat kita melihat tayangan berita-berita di televisi? Berita-berita yang diberikanpun tidak pernah jauh-jauh dari yang namanya korupsi, pembunuhan, penculikan, kasus suap menyuap, kecelakaan, dan berita negatif lainnya. Perbandingannya 1 : 11!

Sahabat, apakah memang Indonesia ini sudah kehabisan hal positif untuk diberitakan? Bukan apa-apa, tetapi justru saya melihat di sekeliling sebenarnya Indonesia ini banyak sekali hal positif yang masih bisa diberitakan.

Contoh yang paling sederhana adalah, betapa banyaknya siswa/i cerdas di Indonesia yang memenangkan olimpiade internasional mengalahkan negara-negara adidaya. Kedua, setiap tahun ada banyak sekali gagasan-gagasan brilian yang dikemukakan oleh mahasiswa di Indonesia melalu program kreativitas Indonesia. Ketiga, banyak sekali pelaku-pelaku UKM Indonesia yang menebar kebaikan dan menolong sekitarnya untuk menjadi lebih baik lagi.

Orang bilang, media itu dikontrol oleh orang-orang politik. Jadi, beritanya pun sudah diatur.

Tentu saja 'ketimpangan' asupan informasi ini akan mencuci otak bangsa Indonesia itu sendiri. Seperti tidak lagi adanya harapan bahwa Indonesia bisa bangkit. Indonesia adalah negeri yang penuh dengan orang-orang jahat, yang akhirnya membentuk prasangka berlebihan kepada orang-orang. Bahkan membuat orang 'takut' untuk makan hingga naik alat transportasi umum. Jadilah mental bangsa ini selalu dirundung rasa takut, pesimistis, dan tidak berani untuk maju.

Padahal jika misalkan asupan informasinya seimbang, atau lebih cenderung ke berita positif bobotnya, maka orangpun akan memandang bahwa Indonesia ini banyak peluang untuk peningkatan dan perbaikan, lho. Indonesia ini masih memiliki beragam potensi yang belum didayagunakan, Indonesia ini memiliki potensi yang sebenarnya lebih dari cukup dibandingkan negara manapun di dunia untuk menjadi negara adidaya. Jadilah warganyapun bermental positif dan optimis.

Tetapi saya yakin, suatu saat nanti Indonesia bisa terus menerus memberitakan hal-hal terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Terbayang semua stasiun TV swasta kelak akan memberitakan mengenai hal-hal positif dan baik untuk Indonesia. Selama masih ada hal yang baik dan positif, maka hal itulah yang terutama dieksplorasi. Berita yang negatif memang penting untuk membuat kita waspada, tetapi ya jangan sampai membuat seolah bangsa ini adalah bangsa yang selalu dirundung masalah tanpa akhir dan menjadikan tindakan tidak baik sebagai budayanya sendiri.

Jadi, sudah tahu bukan bahwa (setidaknya saat ini) lebih banyak hal negatif yang diberitakan dibandingkan dengan hal positifnya? Saya masih bisa menemukan lebih banyak hal positif di koran, majalah, atau surat kabar lainnya. Tentu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan 'menyeimbangkan' asupan informasi itu agar kita juga terlatih untuk berpikir lebih baik dan optimis.

KotaSantri.com 2002-2021