Pelangi » Refleksi | Senin, 9 Desember 2013 pukul 18:00 WIB

Berniaga dengan Orang Terdekat

Penulis : Mujahid Alamaya

Di wilayah tempat saya tinggal di Bandung, banyak warga sekitar yang memiliki usaha warung ataupun kios yang menjual kebutuhan sehari-hari. Bisa dikatakan, dalam setiap jarak beberapa meter, ada warung atau kios yang berdiri. Barang yang dijual ada yang sama dengan penjual lain, ada juga barang yang berbeda.

Dikarenakan banyaknya warung dan kios, apalagi jika barang yang dijualnya relatif sama, dapat dipastikan jumlah konsumen yang membeli tidaklah banyak. Hal ini dialami oleh beberapa saudara saya yang kebetulan memiliki warung yang jaraknya berdekatan dengan warung lain, dan konsumennya bisa dikatakan sedikit.

Saya yang terbiasa berbelanja kebutuhan pokok di toko serba ada, akhirnya mengubah kebiasaan dengan selalu berbelanja di warung milik saudara saya atau warga sekitar yang dekat dengan tempat saya tinggal. Jika barang yang diperlukan tidak ada, barulah saya berbelanja ke toko serba ada. Itupun hanya seperlunya saja.

Ketika berbelanja di warung milik saudara atau warga sekitar, terlihat senyum kebahagiaan di wajah mereka, karena hari itu ia mendapat pintu rejeki yang lain. Walaupun untungnya tidak seberapa, tapi setidaknya mereka memiliki peluang untuk mengembangkan usahanya atau sebagai tambahan pemasukan untuk kebutuhan hidupnya.

Saat ini, ketika saya tinggal merantau dan fenomena belanja maupun bisnis online begitu marak, kebiasaan untuk berniaga dengan orang terdekat juga saya terapkan. Dimulai dari berniaga dengan teman-teman yang saya kenal, yang satu aqidah, hingga satu wilayah. Tujuannya satu, ingin berbagi peluang rejeki dan memajukan ekonomi ummat.

Dalam pandangan saya, berniaga itu janganlah melihat dari sisi materi atau keuntungan semata, tapi dari sisi kebersamaan dalam memajukan ekonomi ummat dan manfaat bagi ummat itu sendiri. Utamakanlah berniaga dengan orang terdekat di sekitar kita, baru kemudian ke lingkungan yang lebih luas.

Jangan karena selisih harga lebih murah atau mahal, lantas kita mengutamakan berniaga dengan orang terjauh dan mengabaikan orang terdekat. Rasakanlah dampaknya jika berniaga dengan orang terdekat. Kebahagiaan atas rejeki yang mereka dapatkan akan terpancari di wajah mereka tatkala kita berniaga dengannya.

Wallahu a'lam.

KotaSantri.com 2002-2019