Ibn Qudamah : "Ketahuilah, waktu hidupmu sangat terbatas. Nafasmu sudah terhitung. Setiap desahnya akan mengurani bagian dari dirimu. Sungguh, setiap bagian usia adalah mutiara yang mahal, tak ada bandingannya."
Alamat Akun
http://febrian.kotasantri.com
Bergabung
28 Maret 2011 pukul 00:07 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Mahasiswa
http://febrianhadi.wordpress
febrianhadi
http://facebook.com/Febrian Hadi Santoso
http://twitter.com/febrianhadi
Tulisan Febrian Lainnya
Indahnya Sedekah
13 Oktober 2013 pukul 20:20 WIB
Yang Terlelap
8 Agustus 2013 pukul 17:00 WIB
Aku Ditanya
30 Mei 2013 pukul 22:00 WIB
Bersihkan Lingkungan
16 April 2013 pukul 19:00 WIB
Terus Belajar
10 April 2013 pukul 19:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Jum'at, 6 Desember 2013 pukul 19:00 WIB

Tayangan Sehat

Penulis : Febrian Hadi Santoso

Seperti kita pahami, televisi telah menjelma sebagai sahabat terhadap penikmatnya. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun tak luput dari godaannya. Pasalnya penikmat tayangan televisi terdiri dari banyak varian usia. Bahkan di lingkungan keluarga yang orangtuanya sibuk bekerja di luar rumah, televisi mempunyai peran ganda; ialah sebagai hiburan serta sebagai pengganti peran orangtua mendampingi keseharian anak, walau tidak semuanya seperti ini.

Akhir-akhir ini saya pribadi kembali terusik dengan tayangan-tayangan yang makin tidak sehat. Tayangan-tayangan yang disajikan sungguh tidak ada sisi positifnya (menurut saya). Sebut saja saat sore hingga malam menjelang. Lawakan-lawakan yang menghiasi layar kaca sungguh sangat tidak bermutu. Bukan lawakan sepertinya, namun pelecehan terhadap lawan main. Yang satu melecehkan dengan lawakan khasnya, yang lain menuangkan bedak ke muka lawan main (entah bedak atau tepung yang digunakan).

Satu lagi, di stasiun tv swasta yang lain menampilakan ‘goyangan’ yang tak sepatutnya dipertontonkan. Mungkin produser atau tim kreatifnya lupa bahwa penontonya terdiri dari usia yang bervariasi yang tidak hanya dari kalangan dewasa, namun juga anak-anak yang belum paham benar membedakan mana yang baik ditonton dan mana yang tidak. Ah, rasanya tidak mungkin kalau lupa, toh ditayangkannya setiap hari.

Yang jadi pertanyaan adalah, mengapa setiap hari kita dihibur dengan tontonan yang seperti tersebut diatas? Apakah setiap malam kita bersedih, hingga setiap malam perlu dihibur yang sedemikian? Ah, rasa-rasanya terlalu berlebihan jika alasannya tersebut.

Bila ditelisik, sesungguhnya media mempunyai peran penting dalam mendidik generasi ke depan. Namun ironisnya, di tengah-tengah peran vital media selaku hiburan keluarga, kini telah mengalami disorientasi dalam peranan mendidik penikmatnya. Pasalnya, kini dunia pertelivisian terancam oleh unsur vulgarisme, kekerasan, dan pornografi. Bila ini tetap dibiarkan, akan berbahaya terhadap generasi penerus.

Mari kita awasi bersama tayangan-tayangan yang ada, lindungi keluarga kita dari bahaya tontonan dengan memilih tayangan yang sehat, mendidik, dan tentunya tidak melanggar syari'at yang telah ditetapkan-Nya.

http://febrianhadi.wordpress

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Febrian Hadi Santoso sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elis Khatizah | Mahasiswa Pasca Sarjana
Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0522 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels