HR. Ibnu Majah dan Abi Ad-Dunya : "Secerdik-cerdik manusia ialah orang yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling gigih membuat persiapan dalam menghadapi kematian itu."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Menjaga Harga Diri
27 November 2013 pukul 18:00 WIB
Benarkah Ia Wakil Rakyat?
21 November 2013 pukul 18:00 WIB
Berbagi Tanggung Jawab
15 November 2013 pukul 17:00 WIB
Berkaca pada Diri
9 November 2013 pukul 20:20 WIB
Hargai Kerja Keras Mereka
3 November 2013 pukul 19:19 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 3 Desember 2013 pukul 19:00 WIB

Petunjuk dari Allah SWT

Penulis : Mujahid Alamaya

Salah seorang teman akrab saya, sebut saja Rantang, bisa dikatakan hanya Islam KTP. Dalam beberapa hal, ia mengamalkan ajaran Islam. Namun, dalam hal pokok berupa ibadah, ia sering mengabaikannya. Jangankan shalat 5 waktu dalam sehari, shalat Jum'at yang pelaksanaannya hanya seminggu sekalipun jarang ia dirikan. Pun ketika puasa Ramadhan, ia sering tidak berpuasa.

Saya dan juga teman-teman yang lainnya, sering mengingatkan Rantang mengenai perkara ibadah wajib. Ketika waktu shalat, tak jarang kami selalu mengajaknya, tapi ia selalu berkelit dan memersilakan kami untuk shalat. Pun ketika shalat Jum'at, berbagai rayuan supaya shalat selalu membuat Rantang tak bergeming. Namun dalam kondisi tertentu, Rantang tak bisa mengelak ketika saya ajak shalat dan kamipun shalat berjama'ah.

Lama kami tak berkomunikasi, saya mendengar kabar bahwa ia akan menikah. Setelah menikah, banyak perubahan yang terjadi pada Rantang. Ketika adzan berkumandang, ia bergegas ke mushala atau masjid dan shalat berjama'ah. Pernah suatu waktu, saya menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu. Tak disangka, Rantang mengajak saya untuk segera shalat berjama'ah. Subhanallaah. Sebuah perubahan yang luar biasa.

Ketika Rantang masih lajang, segala daya dan upaya kami dalam merangkulnya pada kebaikan, selalu tidak berhasil. Namun setelah mengakhiri masa lajang, Rantang mendapat petunjuk dari-Nya dan berubah drastis menjadi lebih baik dari sebelumnya. Semoga saja Rantang istiqamah dan selalu berupaya untuk lebih baik lagi.

Apa yang terjadi dengan Rantang adalah salah satu bentuk Kemahabesaran Allah SWT dalam membolak-balikkan hati hamba-Nya. Kita sebagai manusia, hanya diwajibkan untuk menyampaikan dan mengajak orang lain pada kebaikan, namun perkara mereka menerima atau tidak, itu urusan Allah SWT.

"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al-Baqarah [2] : 272).

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Cybi Newsletter | Buletin Bulanan
Situs ini berisi berbagai tulisan menarik yang bernuansa anak muda. Walau demikian, situs ini tetap dapat memberikan siraman rohani dan memperkaya wawasan Anda, ketika membaca dan menekuninya.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0569 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels