HR. Ahmad : "Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya."
Alamat Akun
http://shardy.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Dhoha -
Pekerjaan
Tulisan Syaifoel Lainnya
Lidah dan Martabat
25 November 2013 pukul 18:00 WIB
Gali Potensi, Jual Diri
19 November 2013 pukul 20:00 WIB
Make Them Always Happy
13 November 2013 pukul 21:00 WIB
Saya, Arab, Amerika, India, dan Filipina
7 November 2013 pukul 20:00 WIB
Jangan Tunggu Sempurna
1 November 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 1 Desember 2013 pukul 18:00 WIB

Hormat Gelar

Penulis : Syaifoel Hardy

Jalan-jalan di beberapa tempat di kota kami, saya terkadang heran melihat sejumlah rumah yang memasang papan nama pemilik rumah dengan menyantumkan sederetan gelar si empunya rumah. Ada yang menyertakan predikat 'haji'nya pula.

Meski nama-namanya sendiri, rumah-rumahnya sendiri, juga papan dan gelarnya sendiri, yang membuat saya ingin tahu adalah, kira-kira maksudnya apa?

Kalau hanya ingin dihormati, pada dasarnya bukan karena gelar atau titelnya yang membuat mereka dihormati. Terlebih karena sikap, tutur kata, sopan santun, dan perilaku sehar-hari, terhadap lingkungan, masyarakat, sosial, dan sekitarnya.

Jadi bukan gelar itu sendiri yang membuat mereka dihargai atau disegani. Memang, produk sebuah pendidikan adalah menelorkan orang-orang yang pintar, dalam artian pengetahuan, keterampilan serta sikap. Orang-orang yang berhasil menunjukkan kualitas pemikiran, hati, perasaan, dan keterampilan ini mendapatkan penghargaan di masyarakat, sejatinya bukan lantaran gelarnya. Tetapi hasil konkrit yang diperoleh sesudah menempuh pendidikannya.

So, betapapun mereka tidak menyelesaikan pendidikan hingga wisuda, bukan berarti tidak mendapatkan penghargaan dari masyarakat.

Suatu hari, saya pernah dititipi seorang teman, untuk menyebutkan 'gelar' dokternya, pada saya yang bertugas sebagai MC. Dia bilang, sebaiknya jangan hanya panggil nama sebagaimana biasa saya lakukan saat komunikasi dengannya. Permintaan seperti ini bikin saya heran, kok ya ada orang-orang yang meminta gelarnya disebutkan di depan publik.

Hemat saya, konotasinya negatif, karena terkesan dia 'memelas, meminta, dan memohon' untuk dihormati, lewat gelar.

Pelajaran berharga yang ingin saya sampaikan adalah, orang tidak perlu tahu gelar di depan dan di belakang nama anda. Sebaliknya, cukup dengan performance yang anda tunjukkan lewat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang anda sumbangkan, mereka akan menilai, pantas tidaknya kita menyandang predikat SMK, D1, D3, S1, S2, S3, atau tidak pernah sekolah!

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Syaifoel Hardy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko Prasetyo | Editor Bahasa
Tulisan-tulisan di KotaSantri.com bagus dan sering dijadikan acuan oleh banyak pembaca. Saya memahaminya karena kebetulan juga berkecimpung di media serta punya banyak teman pembaca KotaSantri.com.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0581 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels