HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://alamaya.kotasantri.com
Bergabung
2 Februari 2009 pukul 14:07 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
PNS (Pegawai Non Struktural)
Berkacamata, itulah aku. Orang lebih mengenalku dengan nama asliku, Dudung Kurnia Sundana, sebuah nama khas Sunda pemberian dari kakek dan bapak. Sedangkan Mujahid Alamaya adalah cybername-ku sebagai Ponggawa KotaSantri.com (KSC). Pria berperawakan kutilang alias kurus, tinggi, langsing (Itu sih kata orang) mempunyai hal yang unik, temenku bilang aku ini "Baby …
http://dekaes.com
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya@kotasantri.net
mujahid.alamaya
mujahid.alamaya
http://facebook.com/alamaya
ponggawa.ksc@gmail.com
Tulisan Mujahid Lainnya
Berbagi Tanggung Jawab
15 November 2013 pukul 17:00 WIB
Berkaca pada Diri
9 November 2013 pukul 20:20 WIB
Hargai Kerja Keras Mereka
3 November 2013 pukul 19:19 WIB
Kembali kepada-Nya
28 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Ambil yang Baik, Buang yang Buruk
22 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 21 November 2013 pukul 18:00 WIB

Benarkah Ia Wakil Rakyat?

Penulis : Mujahid Alamaya

Ketika sedang makan siang di sebuah warung gado-gado bersama teman, kami melihat poster seorang anggota DPR yang mencalonkan menjadi presiden dalam konvensi sebuah partai. Teman saya bertanya mengenai tokoh yang dimaksud pada ibu penjual gado-gado yang kebetulan rumahnya persis di depan rumah anggota DPR tersebut.

Awalnya, teman saya memuji sang tokoh. Namun setelah mendengar penjelasan dari ibu penjual gado-gado, teman saya berubah pikiran. Saat bincang-bincang tersebut, ibu penjual gado-gado bercerita mengenai kehidupan bermasyarakat sang tokoh juga beberapa harta milik sang tokoh di sekitar lingkungannya itu.

Ternyata, seorang tokoh yang katanya wakil rakyat tersebut sungguh tidak merakyat. Jangankan untuk bersosialiasi dengan warga sekitar, diminta sumbanganpun susah sekali untuk berpartisipasi. Pun ketika ia pergi dan pulang ke rumah, selalu naik dan turun dari kendaraan di halaman rumah. Apakah begitu sikap seorang wakil rakyat?

Memang, tidak semua wakil rakyat seperti itu. Namun tidak dapat dipungkiri, jika memang sebagian di antara mereka tidak mencerminkan sebagai seorang wakil rakyat yang amanah. Hanya segelintir saja yang benar-benar amanah sebagai wakil rakyat. Padahal, amanah itu sangat berat pertanggungjawabannya.

Mengenai sikap wakil rakyat tersebut dan amanah, saya pernah membaca sebuah tulisan dari KH Arifin Ilham, sebagai berikut :

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui." (QS. Al-Anfal [8] : 27).

Menjaga amanah memang berat, bahkan mahaberat. Makhluk langit, bumi, dan gunung pernah ditawari untuk mengemban amanah-Nya, tapi semua menolaknya. Semua makhluk Allah yang notabene jauh lebih besar dari makhluk manusia ini merasa berat dan sangat khawatir kalau nanti tidak akan kuat mengembannya. (QS. Al-Ahzab [33] : 72). Hanya manusia, yang sok merasa sanggup dan kuat mengemban amanah-Nya. Meski tidak sedikit yang lulus dan sanggup mengemban amanah-Nya seperti para nabi dan rasul dan orang-orang shaleh yang telah dipilih oleh Allah.

Semoga kita, khususnya saya pribadi, dapat mengemban amanah dengan baik.

http://dekaes.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Mujahid Alamaya sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

UmmuRaihanah | IRT, Wiraswasta
Inspiratif, banyak ilmu. Tampilan webnya sudah banyak berubah. Maju terus, tetap istiqomah. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0867 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels