Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://shardy.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Dhoha -
Pekerjaan
Tulisan Syaifoel Lainnya
Make Them Always Happy
13 November 2013 pukul 21:00 WIB
Saya, Arab, Amerika, India, dan Filipina
7 November 2013 pukul 20:00 WIB
Jangan Tunggu Sempurna
1 November 2013 pukul 20:00 WIB
Dompet
12 Oktober 2013 pukul 20:20 WIB
Peninggalan Belanda Termahal
8 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 19 November 2013 pukul 20:00 WIB

Gali Potensi, Jual Diri

Penulis : Syaifoel Hardy

Semula hanya bekerja sebagai tukang kayu di negeri asalnya, India. Datang ke Qatar sempat menderita selama berbulan-bulan. Dia bilang pernah terlantar, tanpa uang, tanpa paspor, di tempat di mana dia harus berangkat, Mumbai. Padahal, persediaan dana sudah ludes, termakan calo. Tidak tahu harus berbuat apa.

Hanya berbekal bahasa daerah, asalnya. Tanpa Inggris, tanpa mengetahui bahasa nasional, dia sudah berjanji, kepada diri dan keluarga, bahwa rencana harus jalan terus. Dia mestinya, segera berangkat, ke luar negeri. Bekalnya, sebagai tukang kayu, kelas lokal.

Kadang hanya sekali sehari, makan. Roti atau nasi dengan menu seadanya. Tidur di ruang pengap, kecil, dihuni lebih kurang 40 orang. Sulit sekali digambarkan, bagaimana harus bertahan, dalam kondisi yang serba minimal. Pikirnya, dengan modal semangat, sangat jauh dari harapan, guna mencapai tujuan. Akan tetapi Tuhan selalu memiliki rencana yang jauh lebih sempurna, ketimbang kita, manusia. Lelaki dua anak ini, setiap hari menagih janji, kepada perusahaan pengerah tenaga kerja yang paling bertanggungjawab atas keterlantaran nasibnya. Setiap hari, dia pulang pergi ke kantornya, menunggu apakah keajaiban bakal menjadi kenyataan.

Alhamdulillah, impiannya terlaksana. Diapun terbang dengan lega, meski hanya sesaat.

Di Qatar, nyatanya, tidak seramah yang dia sangka. Petugas perusahaan di mana dia akan kerja, yang semula bertanggungjawab menjemputnya, tidak kunjung tiba. Seharian di bandara, tanpa uang dan makan, dia hanya isi perutnya dengan minum air berulang-ulang. Memang disediakan gratis. Namun apakah arti air, se-steril apapun, jika ganjalan berupa makanan yang lebih tahan lama, yang dibutuhkan olehnya?

Kini enam tahun sudah berselang.

Dia banyak belajar. Beberapa jenis keterampilan yang dia punya. Bukan semata sebagai tukang kayu, yang semula dia kuasai. Dia jelajahi semuanya. Memperbaiki kerusakan bangunan, AC, kipas angin, listrik, kabel, mesin cuci, kulkas, perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya.

Semalam, dia bilang, dipanggil oleh seorang pelanggan. Kulkas tetangganya, tidak bekerja. Diapun datang dan mengeceknya. Kurang dari 3 menit berikut sudah ditemukan fault, apa masalahnya. Ternyata sangat sederhana. Kabel yang menghubungkan ke switch board, electric panel, terputus. Hanya dalam hitungan detik, diperbaiki.

Manju bilang, kini, ingin memperbaiki Bahasa Inggrisnya!

Beberapa hari lalu, saya coba sulapnya! Dengan memanfaatkan tampangnya yang ‘komersial’, saya izin untuk mengambil foto-fotonya. Butuh beberapa waktu latihan pose dan ‘bergaya’. Dandanan dan pakaianpun disiapkan. Saya sendiri tidak berharap dia mampu bersaing dengan bintang ternama, sekelas Saif Ali Khan. Tetapi apa salahnya, mencoba keterampilan, yang semula dia tidak punya? Manju namanya, saya katakan sungguh luar biasa!

Ibrah yang ingin saya tuangkan buat teman-teman di sini adalah, ternyata ilmu itu bukan keturunan. Tidak pula bakat-bakatan.

Ilmu dan keterampilan itu harus dipelajari agar mendapatkannya. Guna mempelajari dan memperolehnya, butuh semangat, kemauan, dan tindakan yang tepat. Tentu saja, ketekunan dan kesabaran juga menjadi faktor prima. Sesudah itu, tinggal bagaimana harus memolesnya. Saya percaya, semua kita punya bakat. Semua kita, bisa!

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Syaifoel Hardy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

al falamiy | pengajar
syukran for KSC, banyak ilmu yang dapat diambil dari KSC. teman KSC dari boyolali ada gak ya?
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0578 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels