Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Modal Sosial
8 November 2013 pukul 18:00 WIB
Waspadalah Para Wanita
7 November 2013 pukul 22:00 WIB
Sumpah Bukan Asal Sumpah
2 November 2013 pukul 20:20 WIB
Jangan Sepelekan yang Kecil
29 Oktober 2013 pukul 23:00 WIB
Jangan Tinggalkan Sisa
27 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 14 November 2013 pukul 19:00 WIB

Ubah Amarah

Penulis : Jamil Azzaini

Kemarin, saat perjalanan dari bandara Soekarno-Hatta ke rumah di Bogor, saya sempat mampir ke salah satu jaringan swalayan ternama. Saat saya memasuki swalayan tersebut, mereka sedang melakukan briefing dengan cara berdiri melingkar. Saya mendengar dengan jelas suara wanita yang memimpin briefing itu. Dugaan saya, dia adalah pemimpin toko itu.

Nah, apa yang terjadi? Ternyata wanita itu sedang memarahi satu per satu karyawan swalayan itu yang jumlahnya 12 orang.

Sungguh, memarahi karyawan di hadapan para pelanggan adalah tindakan yang tidak bisa menjadi teladan. Apalagi jika itu menjadi pusat perhatian pelanggan yang sedang di lokasi kejadian.

Marah di hadapan banyak orang tidak akan menghasilkan loyalitas dari orang-orang yang Anda pimpin. Layanan yang diberikan oleh karyawan tidak lagi muncul dari hati yang paling dalam, tetapi karena ketakutan yang berlebihan. Sulit mendapat pelayanan sepenuh hati dari orang-orang yang jiwanya tertekan.

Usai belanja, saya mencoba menghibur karyawan yang melayani saya. Tetapi tetap saja senyumnya kaku, tatapan matanya kosong, ucapannya seperti robot, dan yang pasti ia melakukan beberapa kesalahan. Padahal, baru beberapa menit sebelumnya ia di-briefing dan salah satu materi yang saya dengar adalah layanan prima terhadap konsumen.

Hindari memarahi orang-orang yang Anda cintai di depan banyak orang. Jangan memarahi anak di depan teman-temannya. Jangan memarahi istri di depan anak atau orang lain. Para dokter senior, jangan marahi co-ass di depan pasien. Amarah Anda di depan banyak orang akan memunculkan “amarah tersembunyi” yang itu boleh jadi sangat menyakitkan hati.

Mengumbar amarah di depan banyak orang itu lebih banyak kerugiannya dibandingkan keuntungannya. Sang pemarah akan kehilangan loyalitas dan penghormatan dari orang-orang di sekitarnya. Ia juga akan mengalami kesulitan membentuk team work yang solid. Di dalam kehidupan rumah tangga, sang pemarah akan mengalami kesulitan membentuk keluarga yang harmonis.

Amarah biasanya keluar dari orang-orang yang berpikir dan berjiwa negatif. Sementara orang-orang yang selalu berpikir dan berperasaan positif yang keluar dari mulutnya bukanlah amarah, tetapi nasehat, arahan, dan kebajikan. Mari kita bersihkan hati kita dengan lebih mengedepankan nasihat, arahan, dan kata-kata positif dibandingkan amarah. Apalagi amarah di depan banyak orang. Malu, ah.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Cybi Newsletter | Buletin Bulanan
Situs ini berisi berbagai tulisan menarik yang bernuansa anak muda. Walau demikian, situs ini tetap dapat memberikan siraman rohani dan memperkaya wawasan Anda, ketika membaca dan menekuninya.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0556 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels