Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://shardy.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Dhoha -
Pekerjaan
Tulisan Syaifoel Lainnya
Saya, Arab, Amerika, India, dan Filipina
7 November 2013 pukul 20:00 WIB
Jangan Tunggu Sempurna
1 November 2013 pukul 20:00 WIB
Dompet
12 Oktober 2013 pukul 20:20 WIB
Peninggalan Belanda Termahal
8 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
The Business Miracle of Silaturrahim
2 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 13 November 2013 pukul 21:00 WIB

Make Them Always Happy

Penulis : Syaifoel Hardy

Biasanya saya parkir kendaraan sebelum jam 6 pagi, di depan kantor. Pada jam tersebut, dua orang tea boys sudah terlebih dahulu datang. Satu orang asal India, satunya lagi dari Kenya. Keduanya baik sekali. Ramah dan begitu sopan.

Bergantian, setiap hari, mereka selalu menyediakan teh campur susu hangat serta segelas air.

‘Good morning’ adalah sapaan rutin kepada mereka berdua, begitu saya buka pintu kantor bagian belakang. Meski demikian, saya tidak pernah melihat dari dekat, bagaimana persiapan mereka membuat aneka minuman, termasuk kopi dan teh jeruk.

Saya hanya kuatir, mereka tidak suka dengan sikap yang demikian.

Senyuman mereka selalu hadir setiap saat, dihimpit penghasilan tidak seberapa, dibanding kami, yang profesional. Mereka bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor yang memiliki agreement dengan perusahaan kami.

Status inilah yang mungkin menjadikan sebagai salah satu penyebab, mengapa penghasilan mereka tidak besar.

Satu orang yang asal Kenya, menyatakan akan pulang, balik ke negara asalnya, di benua hitam, Afrika. Saya percaya, memang berat. Apalagi tempat tinggal mereka di industrial area, lebih dari 60 km perjalanan menuju kota. Terpencil dengan fasilitas terbatas.

Kalaupun harus ke kota, tidak setiap hari ada dan tersedia kendaraan. Transpor atau bus umum otomatis tidak gampang tersedia. Lagi pula, agar bisa ke kota, butuh biaya yang tidak sedikit, buat ukuran saku mereka. Makanya sekali sebulan menghampiri suka dan keramaian pasar, sudah lebih dari cukup.

Dalam keadaan yang demikian, hidup yang susah, pekerjaan tidak ringan, penghasilan pas-pasan, tinggal di negeri orang, namun masih bisa berhias senyuman lepas setiap saat. Inilah kelebihan yang bisa saya katakan. Karena tidak semua orang mampu menjalaninya.

Saudara…

Hari ini, dua hari sesudah tanggal terima gaji bulanan, biasanya ada saja yang memberikan sebagian dari rejeki teman-teman kami di kantor, buat mereka. Mungkin sekali tidak banyak jumlahnya. Akan tetapi mereka terima dengan suka cita.

Akan halnya saya, biasanya saya titipkan kepada salah seorang di antaranya, yang sedang menghantar teh. Di kesunyian pagi tadi, sesudah masuk kantor, saya serahkan sedikit tips buatnya. ‘Please share with him!’ pinta saya.

Tidak lama kemudian, yang seorang lagi, datang. Berdiri di antara dua pintu kantor, hanya untuk berucap ‘terima kasih’.

Dalam hidup ini, bisnis memang penting untuk berbuat baik pada sesama. Guna mencapainya, kita bisa berperan ganda, antara menjadi pelanggan atau pengusaha. Kedua-duanya pegang peranan dalam upaya membahagiakan orang lain.

Kala menjadi pengusaha, adalah sungguh mulia, untuk turut membahagiakan pelanggan. Sebaliknya, meski hanya sebagai pelanggan, terkadang tidak etis, jika lantas harus mentang-mentang. Artinya, apa salahnya, meski dalam posisi berhak dilayani, kita turut membahagiakan penguasaha/penjual produk dan atau jasa?

Jadi, jangan karena berada di pihak yang ‘menang’ atau berkuasa, lantas kita, sekehendak hati dalam bertingkah. Jangan lantaran mengantongi jutaan Rupiah, lantas harga diri dan martabat bisa dibeli sekenanya.

Bila ini yang kita kerjakan, percayalah, barangkali di depan mata kita, sebagian besar orang bakalan hormat hanya karena tahta, kekuasaan, serta uang, yang ada dalam kantong kita. Sebaliknya, ketika bayangan kita sudah menghilang, bisa jadi, tinggal sumpah serapah yang tertinggal, membekas.

So, try your best, to make every one happy!

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Syaifoel Hardy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Lucasgoru | Karyawan Swasta
Allahu Akbar... Terus terang, KotaSantri.com lebih membuka mata hati saya tentang Islam.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0586 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels