Pelangi » Refleksi | Senin, 11 November 2013 pukul 21:21 WIB

Kepemimpinan Singa dan Domba

Penulis : Arry Rahmawan

Banyak orang yang menganggap bahwa kepemimpinan, yaitu kemampuan seseorang untuk memimpin, mengarahkan, dan mempengaruhi orang lain berasal dari sifat genetik dan ada karena memang sudah dilahirkan. Namun, apabila memang begitu adanya, maka akan sangat banyak sekali orang yang tidak dapat menjadi pemimpin karena memang tidak dilahirkan sebagai pemimpin.

Ketika saya mengikuti seminar dari PPSDMS NF, tersebut bahwa sesungguhnya kepemimpinan berasal karena memang diciptakan, bukan hanya dilahirkan belaka. Maka dari statement ini, akan dapat diambil kesimpulan bahwa setiap manusia adalah pemimpin yang minimal adalah pemimpin dirinya sendiri, betul bukan?

Di sini saya bukan menulis tentang bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik. Tapi saya akan membagi sedikit mengenai hukum kepemimpinan yang berlaku di manapun dan kapan pun bahkan dalam situasi apapun. Dan hukum kepemimpinan tersebut adalah, "Sekumpulan Domba yang Dipimpin oleh Seekor Singa akan Jauh Lebih Kuat Bila Menghadapi Sekumpulan Singa Yang Dipimpin Oleh Seekor Domba."

Sekarang, marilah kita merefleksikan dalam kehidupan kita masing-masing. Bayangkan dengan kepemimpinan yang sedang kita pegang atau yang ada di sekitar kita. Saya hanya mengajak untuk merefleksikan kehidupan dan belajar dari pengalaman.

Nabi Muhammad SAW, yang dinobatkan menjadi orang yang paling berpengaruh NOMOR SATU di dunia, mungkin bisa dijadikan sebagai figur sukses apa yang dimaksud oleh hukum kepemimpinan ini. Berdasarkan dengan gabungan statement bahwa kepemimpinan muncul bukan karena dilahirkan, namun karena diciptakan, seharusnya membuat kita semakin bersemangat dalam menjadikan diri kita lebih baik lagi. Manusia diciptakan memiliki 2 tugas mulia di dunia ini, yang pertama menjadi khalifah (pemimpin) dan yang kedua adalah rahmatan lil’alamin. Ketika kita melihat berbagai macam kemunduran dalam sendi-sendi fundamental bangsa ini, ketika kita melihat bahwa perzinaan dan pembunuhan sudah menjadi hal biasa, korupsi di mana-mana, perbuatan salah dianggap biasa, pertanyaannya adalah di mana pengaruh kepemimpinan yang ada saat ini?

Maka siapakah apabila bukan kita yang bisa membuat bangsa ini menjadi lebih baik lagi? Dimulai dengan menjadi pemimpin yang baik untuk diri kita sendiri, kemudian menjadi pemimpin yang baik untuk keluarga, organisasi, dan sampai tahap yang lebih besar lagi. Integrasikanlah nilai-nilai kepemimpinan yang diterapkan oleh Rasulullah SAW, pelajari biografinya, terapkan nilai-nilai kepemimpinan terbaiknya, maka lihatlah perubahan apa yang akan terjadi pada negeri ini. Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi?

KotaSantri.com 2002-2022