Pelangi » Refleksi | Ahad, 27 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB

Jangan Tinggalkan Sisa

Penulis : Jamil Azzaini

Salah satu hal yang menjengkelkan adalah saat saya ke toilet umum kemudian ada “sisa” orang sebelum saya yang tidak disiram. Saya sering bergumam dalam hati, orang ini benar-benar egois, meninggalkan “sisa” yang tidak baik dan orang lain yang harus membersihkannya.

Buang hajat di toilet umum seharusnya tak hanya memikirkan diri sendiri. Ketahuilah, apabila Anda sembarangan melakukannya, orang yang setelah Anda akan terkena najis. Dengan kata lain, Anda mempersulit orang itu bisa bebas beribadah akibat tubuhnya terkena najis karena ulah Anda.

Buang hajat memang urusan pribadi Anda. Tetapi bukan berarti Anda bebas melakukannya tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan oleh ulah Anda itu. Jangan sampai Anda lega bisa membuang kotoran Anda namun meninggalkan “sisa” bagi orang sesudah Anda.

Hal lain yang juga menyesakan dada saya adalah apabila melihat sisa makanan di piring, baik itu di restoran, hotel atau tempat pesta. Memang mungkin Anda sudah membayar atau makanan itu dihidangkan cuma-cuma buat Anda. Tetapi ingatlah, di balik makanan sisa itu ada jerih payah dan tetesan keringat para petani.

Para petani harus merawat dan menunggu berbulan-bulan agar panennya berhasil. Para petani harus menjaga tanaman dari serangan hama dan penyakit. Terkadang mereka berkirim doa khusus agar panennya tak gagal. Terkena terik matahari, mandi keringat dan kehujanan adalah hal yang biasa mereka nikmati demi hasil panen yang baik. Sungguh terlalu bila Anda tega menyisakan makanan tanpa beban sedikitpun di dalam pikiran dan hati Anda.

Ingat-ingat, di negeri ini masih banyak orang yang kesulitan untuk makan. Puluhan juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan masih sangat rentan kekurangan gizi. Beberapa suap nasi bagi mereka sangat berarti. Begitu tegakah Anda menyisakan makanan dengan percuma?

So, jangan terbiasa meninggalkan “sisa”. Sebab, perilaku tersebut merupakan cerminan bahwa Anda benar-benar egois tanpa Anda menyadarinya. Hidup bukan hanya tentang diri Anda. Hidup juga tentang orang-orang dibalik yang Anda makan dan juga tentang orang-orang sesudah Anda. Paham?

KotaSantri.com 2002-2022