Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Tambah Tua Tambah Mesra
14 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Bahu Laweyan
6 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB
Menulis seperti Pekerjaan Nabi
13 September 2013 pukul 23:23 WIB
Demi Kucing
26 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 20 Oktober 2013 pukul 18:00 WIB

Nikmatnya Menulis setelah Tahajud

Penulis : Eko Prasetyo

Setelah bertahun-tahun menjadi batman (bekerja pada malam hari), saya kini menjalani hidup normal. Yakni, memulai aktivitas mulai pagi hingga sore hari. Berbeda dengan dulu. Saat itu saya mesti ngantor sore dan pulang dini hari. Jika pagi sampai siang, saya justru istirahat tidur.

Kini semuanya berbeda. Semua begitu segar. Terpapar sinar matahari pagi itu benar-benar ”sesuatu”. Jika malam tiba, saya bisa beristirahat. Tidur normal. Alhamdulillah.

Satu hal yang patut saya syukuri, saya bisa melatih diri salat Tahajud secara disiplin. Sesuatu yang dulu jarang saya lakukan karena terpenjara lelah sepulang kerja pada pagi buta.

Mengapa demikian? Sebab, selain menjalin komunikasi yang baik dengan Allah SWT, salat Tahajud ternyata bikin hati dan jiwa lebih tenang. Stres hilang. Ini tentu saja lantaran kita punya tempat curhat terbaik: Sang Pencipta. Saat sedih, kita bisa mengutarakannya kepada Sang Pemilik Jiwa. Ketika gembira, kita dapat langsung berterima kasih dan bersyukur kepadaNya. Hal inilah yang membuat diri kita terbebas dari rasa gelisah.

Karena saya juga bergelut dengan dunia menulis, seusai Tahajud adalah waktu yang amat pas untuk menuangkan ide-ide ke dalam tulisan. Pada jam-jam segitu, pikiran masih fresh. Suasana pun mendukung. Hening. Tak ada hiruk-pikuk yang sangat mungkin mengganggu konsentrasi saat menulis.

Dari pengalaman pribadi, menulis sekitar pukul dua pagi setelah salat Tahajud hingga menjelang azan subuh itu nikmat. Tiada hambatan berarti. Semua gagasan seakan lancar, tidak macet. Apa yang ada di pikiran dapat langsung dituangkan. Tak jarang, ketika sebenarnya belum ada ide, jika sudah membuka laptop setelah Tahajud, ada saja hal yang ingin diceritakan lewat tulisan. Dan mengalir begitu saja. Apakah ini berkah Tahajud? Entahlah. Silakan buktikan sendiri.

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Hendi | Desain Grafis
Mari gabung di sini. Artikelnya bagus-bagus dan banyak hikmahnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0700 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels