Umar bin Abdul Aziz : "Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika engkau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Anakku, Gunakan “Senjatamu”
9 Oktober 2013 pukul 21:00 WIB
Pondasi Rumah Tangga (2)
5 Oktober 2013 pukul 22:00 WIB
Tiga Pengawas
4 Oktober 2013 pukul 20:20 WIB
Tacit Knowledge
3 Oktober 2013 pukul 19:00 WIB
Sombong itu Tak Terasa
27 September 2013 pukul 19:19 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 15 Oktober 2013 pukul 19:00 WIB

Tak Terdengar, Namun Terasa

Penulis : Jamil Azzaini

Tadi malam, saya membantu Izul (kelas 5 SD), anak saya, mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dari sekolahnya. Ternyata susah! Mungkin kalau saya yang sekolah sekarang, tidak akan naik kelas.

Selesai membantu Izul, pikiran saya melayang ke masa lalu. Saat SD, saya pernah tidak naik kelas. Dari kelas 1 hingga kelas 5, saya termasuk siswa yang bodoh.

Namun ketika kelas 6, saya menjadi ranking pertama. Dan, sejak saat itu hingga lulus SMA saya selalu ranking pertama. Anda tahu apa rahasianya? Menurut saya adalah karena do'a ibu.

Saat saya dihukum oleh guru kelas karena kebodohan dan kenakalan saya, ibu saya menangis. Sembari terisak, ibu saya berkata, “Mamakmu tidak bisa membantumu. Mulai sekarang, mamak akan selalu berdo'a agar kamu pintar dan tidak dihukum gurumu.”

Saat saya lulus SMA, secara logika manusia, saya tidak mungkin melanjutkan kuliah. Bapak saya miskin dan utangnya banyak. Selain itu, saya juga tidak mendaftar ke perguruan tinggi manapun untuk kuliah. Namun karena do'a ibu, saya dipanggil masuk kuliah ke IPB tanpa tes. Ketika itu disebutnya jalur PMDK atau Penelusuran Minat Bakat dan Kemampuan.

Saat kuliah S-1, saya nyaris tidak lulus karena IPK-nya hanya dua koma, alhamdulillah alias pas-pasan. Namun saat kuliah S-2 di Magister Bisnis IPB, saya lulus dengan IPK nyaris 4.0 (hanya ada satu mata kuliah yang nilainya B). Apa rahasianya? Sebelum ujian, saya selalu menelepon ibu untuk meminta do'a khusus dari wanita mulia itu.

Begitu pula ketika awal tahun 2000, bisnis saya bangkrut dan meninggalkan banyak utang. Saya harus menjual rumah, mobil, tanah, dan lain-lain, namun utang masih juga berlimpah. Menurut hitungan rasional, saya tak sanggup melunasi utang dengan penghasilan yang ada ketika itu. Namun alhamdulillah, semua utang bisnis itu kini sudah lunas karena do'a tulus ibu saat ia menunaikan ibadah haji pada tahun 2008.

Begitupun tatkala istri saya hamil dan sakit tak berdaya, terbaring lemah di ruang ICU Rumah Sakit Harapan Kita berminggu-minggu. Biaya terus membengkak, namun penyakitnya tidak juga ditemukan. Hati saya gundah, gelisah setiap memandangi kondisi istri saya. Saat saya bingung, saya telepon ibu saya, “Mak, maafkan atas semua kesalahan saya. Dan saya mohon do'a tulus dari mamak agar Allah segera mencabut penyakit yang ada di istri saya. Do'akan ya, mak.”

Tak lebih dari 2 jam setelah saya meminta do'a dari ibu, saya dipanggil dokter yang merawat istri saya. Dokter berkata, “Pak Jamil, akhirnya penyakit istri bapak dapat kami ketahui, infeksi pankreas, pengobatan selanjutnya menjadi lebih mudah.” Mendengar dokter itu berkata, saya tertegun dan meneteskan air mata. Di dalam hati saya berkata, “Mamak, do'amu tak terdengar olehku, tetapi terasa dalam hidupku.”

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mundzakir | Teknisi Printer
Wah, udah beberapa tahun ane gak masuk KSC, sampe lupa account lama, akhirnya buat lagi. Tapi sekarang fasilitasnya dahsyat.
KotaSantri.com © 2002 - 2019
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0682 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels