QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. "
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Sedikit Belajar dari JK Rowling
6 Oktober 2013 pukul 17:00 WIB
Logika Mendapatkan Rumah Mewah
30 September 2013 pukul 21:12 WIB
Menulislah Sekarang Juga!
27 September 2013 pukul 22:22 WIB
Pentingnya Memiliki Guru yang Tepat
24 September 2013 pukul 20:00 WIB
Why Not Now?
18 September 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 12 Oktober 2013 pukul 18:18 WIB

Cinta Ibu karena Allah

Penulis : Arry Rahmawan

Entah kenapa hari ini saya teringat dengan ibu di rumah. Namanya juga mahasiswa yang jauh dari keluarga, ya. Rasanya waktu bersama keluarga menjadi sesuatu yang sangat mahal. Terutama waktu bersama ibu dan ayah. Teringat wajahnya yang menyambut hangat saat kita pulang, dan teringat juga wajah beratnya melepas kita yang ingin berangkat kuliah lagi dan tidak bertemu dalam jangka waktu yang lama.

Saya jadi teringat dengan kisah di novel "Hafalan Shalat Delisa". Sebuah kisah yang membuat kita sebagai pembacanya terenyuh dan menjadi sangat bersyukur akan hidup kita, terutama kebersamaan bersama keluarga. Bayangkan, di saat usia yang masih belia, seorang anak kecil harus menerima kenyataan untuk kehilangan anggota keluarganya yang terserang dengan bencana Tsunami di Aceh.

Ada satu petikan yang sangat menarik, yaitu "Delisa cinta ummi karena Allah." Sahabat, pertanyaannya kemudian, seberapa besar rasa cinta dan kasih sayang yang sudah kita berikan kepada orang tua, khususnya kepada ibu kita? Pernahkah kita memikirkan bagaimana ya kondisi ibu kita, di tengah-tengah kesibukan kita sebagai mahasiswa, pelajar, atau mungkin di tengah tumpukan pekerjaan kita, padahal di saat yang sama ibu kita selalu mendoakan kita di shalat wajib dan sunnahnya. Berharap keselamatan dan kebaikan untuk anak-anaknya, tetapi bagaimana dengan kita - sang anak?

Maka dari itu sangat wajar jika ibu memiliki keududukan yang tinggi di mata Allah.

Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan kedua orang tua dan murka Allah pun terletak pada murka kedua orang tua. (HR. Al Hakim)

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapa yang paling berhak memperoleh pelayanan dan persahabatanku?" Nabi Saw menjawab, "ibumu...ibumu...ibumu, kemudian ayahmu dan kemudian yang lebih dekat kepadamu dan yang lebih dekat kepadamu." (Mutafaq'alaih)

Maka sahabat, bersyukurlah bagi sahabat semua yang saat ini masih memiliki banyak sekali waktu untuk bercengkerama dan berjumpa dengan ibu. Saya tidak habis pikir kenapa malah banyak sekali mereka yang justru merasa 'malu' dan tidak nyaman jika dekat dengan ibu mereka sendiri dibandingkan dengan teman-teman mereka. Padahal, tidak ada manusia mana pun yang kasih sayangnya lebih besar daripada ibu, kan? Sayangilah ibu selagi masih banyak waktu untuk menyayanginya.

Bagi yang saat ini berpisah jauh dengan ibunya (termasuk saya), yuk kita jalin komunikasi yang baik, senangkan hati orang tua kita dengan kabar-kabar yang menyenangkan, serta selalu kita doakan dalam shalat kita. Saya sendiri yang saat ini mendapat banyak tawaran seminar dan training, mengerjakan tugas kuliah, serta menjalankan organisasi dan perusahaan saat ini jadi cukup jarang pulang dan bertemu ibu. Semoga ibu selalu dalam lindungan Allah. :)

Bagi sahabatku yang ibunya sudah tiada, maka tidak ada salahnya untuk tidak lupa mendoakannya dalam setiap shalat kita. Ingat bahwa salah satu pahala yang tidak terputus adalah doa anak yang shaleh, dan semoga itu bisa membuat orang tua kita bahagia di akhirat dan diberikan kesempatan untuk bertemu kita kelak.

Jadi, sahabat... Apa bentuk rasa cinta kepada ibu yang bisa kita berikan? Sudikah kita jika memeluknya, menciumnya, atau memberikan sms-sms ucapan sayang dan cinta? ataukah kita malu untuk melakukan semuanya? Hanya sahabat yang tahu, tetapi dengan berakhirnya artikel ini saya mau bilang bahwa, "aku mencintai ibu karena Allah. Semoga anakmu ini mampu meneruskan mimpi, perjuangan, dan cita-citamu untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam sesuai dengan nama yang kau berikan (rahmawan - laki-laki yang menyebarkan rahmat). I love you, Mom. You're my everything."

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

UmmuRaihanah | IRT, Wiraswasta
Inspiratif, banyak ilmu. Tampilan webnya sudah banyak berubah. Maju terus, tetap istiqomah. ;)
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0385 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels