HR. Ad-Dailami : "Alangkah baiknya orang-orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain."
Alamat Akun
http://nurul_adhim.kotasantri.com
Bergabung
8 Maret 2009 pukul 20:42 WIB
Domisili
Blora - Jawa Tengah
Pekerjaan
Mahasiswi
i just want to be a good people for everyone...special for my family. Thats all..
http://Newrule-ForMyFuture.blogspot.com
calm_think@yahoo.co.id
calm_think@yahoo.co.id
Tulisan Nurul_Adhim Lainnya
Pejuang di Negeri Ini
1 Oktober 2013 pukul 20:00 WIB
Kesempatan Kedua
25 September 2013 pukul 20:00 WIB
Purnama telah Menjemputnya
19 September 2013 pukul 21:00 WIB
Ketika Mata Mulai Terbuka
2 Mei 2013 pukul 21:00 WIB
Tentang Hati
6 September 2012 pukul 13:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 7 Oktober 2013 pukul 15:15 WIB

Semangat Juang

Penulis : Nurul_Adhim

Lagi-lagi kisah di novel, atau justru kisah novel yang diambil dari kisah nyata? Ah entahlah, setelah aku bertemu dengan pak Bin di novel Burlian, kini aku bertemu dengan Arai (Sang Pemimpi) versi Talang Airguci, yang sedikit lebih beruntung karena Arai-ku yang satu ini masih memiliki seorang nenek. Ya, hanya seorang nenek. Namun jangan salah, kawan, neneknya adalah nenek yang tangguh. Meskipun sudah berstatus sebagai seorang nenek, tidak lantas membuat beliau patah semangat untuk membesarkan cucu terkasihnya itu.

Kasih sayangnya ia buktikan dengan setiap hari mengantar cucu terkasihnya pulang pergi menempuh perjalanan menuju sekolah sejauh 6 km, tentu saja dengan berjalan kaki. Bahkan baru-baru ini kudapati, sang nenek dengan setia menunggu cucunya hingga mentari tak lagi menampakkan wajah sumringahnya karena harus berpamitan menuju peraduan, kemudian dengan senang hati beliau menemani perjalanan pulang cucunya meski hari sudah mulai beranjak malam. Semua itu demi melihat cucu terkasihnya itu mendapatkan kegembiraan selayaknya anak lain, yang saat itu berkesempatan untuk mengunjungi saudara-saudara mereka di Talang Tebat Rawas, daerah penempatan Ridwan Gunawan, salah satu Pengajar Muda yang menjadi kawan seperjuanganku di Muara Enim ini.

Julian, nama anak itu. Sudah yatim piatu sejak kelas satu. Sekarang hanya tinggal bersama nenek tangguh yang tadi kuceritakan, kawan. Dibandingkan kawan-kawannya, anak ini terhitung cerdas. Kalau dia tidak mengerjakan PR, bukan berarti dia tidak mau mengerjakannya. Namun terlebih karena tidak ada seorangpun di rumahnya yang dapat menjadi tempat bertanya atau sekedar mengingatkannya untuk mengerjakan PR-nya. Kau bisa membayangkannya bukan, kalau kau tinggal bersama nenek-nenek, apa dia paham tentang PR yang diajarkan kepadamu di sekolah?

Kalau kau tinggal di tengah kota, dengan segala macam fasilitas, apalagi dengan harta warisan orangtua yang melimpah, tentu saja fasilitas les bisa kau dapatkan dengan mudah. Nah, sayangnya sudah kukatakan di awal, ini adalah kisah novel nyata, karena memang Julian tinggal di sebuah talang (tempat yang lebih tertinggal dari desa), tak ada listrik, tak ada akses transportasi umum, apalagi fasilitas lengkap yang dapat kau dapatkan secepatnya. Kalau Julian berangkat sekolah hanya menggunakan sandal, bukan berarti ia tak mau memakai sepatu. Namun sepatu akan membuatnya semakin kesulitan untuk menempuh jalan berlumpur yang tiap hari dilaluinya.

Itulah hebatnya Julian. Satu hal yang tak dimiliki oleh banyak anak di negeri ini. Kau tahu apa itu, kawan? Semangat Juang! Perjuangannya untuk menggapai cita-cita. Tak banyak anak di negeri ini yang menyadari bahwa mimpi mereka sudah direnggut oleh televisi. Mimpi mereka telah dijarah oleh teknologi. Mimpi mereka hanya sebatas menjadi santapan empuk para pengobral janji.

Maka mulai sekarang, maukah kalian membantuku mengirimkan do'a untuk Arai-ku, atau Arai-Arai kami yang lain, kawan? Agar Tuhan senantiasa menjaga mereka dan memenuhi cita-cita mereka. Mengganti segala macam perjuangan mereka dengan segala sesuatu yang layak. Atau mungkin Tuhan akan memberi kesempatan pada mereka untuk ikut menjadi pemimpin bangsa kita. Karena kau, aku, mereka, kita semua tahu. Bahwa kita adalah saksi nyata, bahwa harapan bagi bangsa kita masih ada.

http://Newrule-ForMyFuture.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurul_Adhim sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko | Karyawan BUMN
Alhamdulillah bisa bergabung lagi setelah 6 bulan aku off. Tulisannya bisa menggugah perasaan kita. Lanjutkan, saudaraku!
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0648 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels