Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Menulislah Sekarang Juga!
27 September 2013 pukul 22:22 WIB
Pentingnya Memiliki Guru yang Tepat
24 September 2013 pukul 20:00 WIB
Why Not Now?
18 September 2013 pukul 20:00 WIB
Memberikan Impact dengan Aksi
12 September 2013 pukul 20:00 WIB
Waspada dengan 3 Ketakutan
7 September 2013 pukul 22:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 30 September 2013 pukul 21:12 WIB

Logika Mendapatkan Rumah Mewah

Penulis : Arry Rahmawan

"Ry, kalau kamu punya sedikit modal dan ingin memiliki rumah mewah, apa yang bisa kamu lakukan saat itu?"

Pertanyaan ini saya dapatkan dari salah satu mentor saya, seorang pengusaha sukses yang saya kagumi. Beberapa teman saya juga ditantang dengan pertanyaan seperti itu.

Mendapatkan sebuah rumah mewah? Bagaimana mungkin? Apalagi dengan modal terbatas?

Kalau yang bertanya bukan mentor saya langsung, mungkin saya tidak percaya. Karena hal ini sudah dia buktikan sendiri. Berangkat dari kondisi nol, dia akhirnya bisa memiliki rumah yang bagus, mobil, kantor, bahkan gedung dan ruko miliknya sendiri. Satu per satu kami mulai menjawab pertanyaannya.

"Kerja keras."
"Menabung."
"Investasi."
"Pergi ke Kantor Pemasarannya."

Mentor saya hanya senyum ke kami satu per satu. Mungkin sedikit tertawa kecil melihat kami yang masih muda dan lugu-lugu ini.

"Semua yang kalian sebutkan itu benar. Tetapi kenyataannya tidak ada yang bisa memaksa kalian untuk memiliki rumah tersebut."

Kami berpikir sejenak. Memang benar. Tidak ada yang memaksa kami untuk harus memiliki rumah tersebut, bukan? Kalau seandainya memang saya sudah kerja keras atau investasi saya berhasil, saya tidak harus membeli rumah itu. Tiba-tiba saya nyeletuk, "Berarti yang kakak maksud pasti bayar DP kan? Uang muka!"

Mentor saya senyum dan membenarkan jawaban saya. Ya, uang muka! Mentor saya pernah bercerita untuk membeli sebuah ruko seharga 800 juta, dia datang ke tempat pemasaran, membayar DP sebesar Rp. 5 juta, dan sisanya mencicil! There is no way out!

Lantas yang sisa Rp. 795 juta itu bagaimana?

Mentor saya hanya senyum lagi dan cerita dari pengalamannya dia mendapatkan proyek 1,5 milyar dengan bermodalkan do'a dan mempererat tali silaturrahim dengan kerabatnya. Entah kebetulan atau bukan, dalam do'anya dia meminta dikuatkan dan dimudahkan mencari uang sisanya, sambil berkunjung dan bersilaturrahim, gigih dalam membuat proposal dana, sampai akhirnya ruko itu bisa ditebus.

Dari sepenggal diskusi di atas, kita dapat mengambil banyak sekali pelajaran. Ada 2 poin yang bisa saya simpulkan, dan pastinya banyak poin-poin lain yang bisa pembaca simpulkan juga.

1. Untuk Mendapatkan Apa yang Kita Inginkan, ada Pengorbanan Awal dan Keberanian untuk Mendapatkannya

Seperti kisah mendapatkan rumah mewah di atas. Memberikan DP berarti ada suatu kebulatan tekad untuk mendapatkannya, memaksa kita mencari jalan keluar, dan kemudian mendapatkannya.

2. Ada 3 Unsur Usaha untuk Mendapatkan Sesuatu : Bekerja Cerdas, Silaturrahim, dan Berdo'a

Gabungan 3 unsur ini, percaya atau tidak, dapat menjadi sinergi dahsyat dari upaya kita dalam mewujudkan sesuatu. Energi dan antusiasme saat bekerja, berpikir positif, dengan didukung kerabat dekat dalam jalinan silaturrahim dan juga do'a yang positif. Ada satu pesan lagi yang dipesankan mentor saya yang lain, "Bisnis yang paling aman dan menguntungkan adalah saat kita berbisnis dengan Tuhan.". Tentu saja itu teletak pada niat dan bisnis yang dilakukan harus sejalan dengan kebenaran menurut persepsi Tuhan.

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Dradjat | Pegawai
KotaSantri.com memang pas menjadi tempat mangkalnya para santri yang ingin mengikuti jejak nabinya. Semoga penulisan-penulisan di KotaSantri.com yang penuh keteledanan dan pelajaran adalah wajah kehidupan santri sebenarnya.
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0492 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels