QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Sekretaris Bangsawan
17 September 2013 pukul 23:00 WIB
Mungkinkah?
15 September 2013 pukul 21:00 WIB
Mengingat Mati, Justru Dapat Rezeki
9 September 2013 pukul 20:00 WIB
Katanya itu Berbahaya
6 September 2013 pukul 21:00 WIB
Bagaimana Agar Merasa Kaya?
3 September 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 21 September 2013 pukul 19:00 WIB

Izinkan Bapak Belajar

Penulis : Jamil Azzaini

Saat saya sedang duduk santai di beranda, istri saya menghampiri dan menemani untuk ngobrol berbagai hal. Setelah cukup lama ngobrol, dengan lembut istri saya berkata, “Mas Asa (19 tahun, anak kedua kami) kemarin protes kepada bapak melalui saya.”

Setelah terdiam sejenak, istri saya kemudian melanjutkan, “Saat mas Asa punya ide bisnis, lalu disampaikan dengan penuh semangat ke bapak, bapak malah mencari kelemahan ide dan gagasan bisnis itu. Walau mas Asa menyadari idenya itu ada kelemahan, tetapi seharusnya ia diberi apresiasi dulu, baru dikritisi.”

Mendengar penjelasan istri saya tersebut, saya menarik nafas panjang sembari mengingat saat Asa mempresentasikan ide bisnisnya. Anak lelaki saya ini ingin mengembangkan bisnis makanan khas daerah untuk kemudian diekspor ke berbagai negara. Ketika itu saya memang fokus menyerang idenya dengan mengatakan pasar dalam negeri masih luas, mengapa harus ekspor, bla bla bla.

Usai diskusi dengan istri, saya menyadari bahwa ternyata saya belum menjadi seorang ayah yang baik. Seharusnyalah, ide sekecil apapun yang disampaikan seorang anak kepada ayahnya diberi apresiasi dan penghormatan yang pantas.

Apalagi sebelum presentasi, anak saya sudah belajar dan mempelajari kelayakan bisnisnya serta berkonsultasi dengan banyak ahli. Oleh karena itulah Asa yakin dengan ide dan gagasannya. Sayang, ide itu dipatahkan oleh saya, ayahnya sendiri.

Sebagai orangtua, saya masih perlu terus belajar. Saya harus tahu kapan saatnya memotivasi, kapan saatnya mengkritisi. Sebagai orangtua, saya juga harus belajar kapan saatnya memberikan komentar dan kapan saatnya “berkelakar”.

Sebagai orangtua, saya perlu belajar kapan saatnya memberikan pelajaran dengan lisan dan kapan saatnya membiarkan anak-anak dapat pelajaran dari sekolah kehidupan. Memang, pelajaran dari sekolah kehidupan terkadang berupa kegagalan dan penderitaan, tetapi itu diperlukan bagi kematangan anak-anak di masa yang akan datang.

Duhai anakku, tumbuh dan berkembanglah sesuai dengan zamanmu. Sementara bapak yang merupakan produk masa lalu ini akan terus belajar memahami perkembangan eramu agar bapak tidak salah dalam mendampingi perjalanan hidupmu. Maafkan bapakmu, izinkanlah bapakmu untuk terus belajar menjadi orangtua yang tepat bagimu.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Yussi | Karyawati
Subhanallah sekali bisa bergabung di KotaSantri.com. Barakallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2022
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0503 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels