Tazakka : "Perjuangan itu artinya berkorban, berkorban itu artinya terkorban. Janganlah gentar untuk berjuang, demi agama dan bangsa. Inilah jalan kita."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Menjadi Pelayan
28 Agustus 2013 pukul 21:12 WIB
Pelitnya Jangan Terbalik
22 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Pondasi Rumah Tangga (1)
17 Agustus 2013 pukul 22:00 WIB
Merawat Orangtua
16 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Orang yang Bangkrut
13 Agustus 2013 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 3 September 2013 pukul 21:00 WIB

Bagaimana Agar Merasa Kaya?

Penulis : Jamil Azzaini

Beberapa waktu yang lalu, seseorang menawari saya nomor pelat mobil F 9 JA. Maknanya, kata dia, F karena saya tinggal di Bogor, 9 karena saya dilahirkan 9 Agustus, dan JA adalah singkatan dari Jamil Azzaini.

Saya bertanya, “Apa manfaat dari nomor itu?” Orang yang baru saya kenal itu menjawab, “Gengsi, pak. Prestise juga bisa, status sosial langsung naik kelas, pak.” Mendengar penjelasan lelaki itu, saya langsung berkata, “Tidak.” Sebab, menurut saya, gengsi, prestise, dan status sosial bukan dibangun dengan cara-cara seperti itu.

Hal yang sangat saya khawatirkan dalam hidup adalah sombong, merasa terhormat, dan merasa statusnya lebih tinggi dibandingkan dengan orang lain. Sementara di sisi lain, saya menyadari bahwa keimanan dan mental saya belumlah kuat. Oleh karena itu, saya khawatir nomor pelat mobil spesial tadi mengundang penyakit-penyakit hati tersebut bersemayam dalam kehidupan saya.

Selain itu, saya tidak mau berproses menjadi miskin. Karena, penyebab miskin itu bukan hanya karena kita sulit mencari harta, tetapi karena terlalu banyak keinginan dan kebutuhan baru yang kita ciptakan sendiri. Saya berharap keinginan dan kebutuhan hidup saya sederhana dan itu-itu saja, sehingga tidak perlu menambah pengeluaran.

Dengan begitu, saya tetap bisa merasa kaya raya walau harta saya tidak sebanyak orang-orang terkaya di Indonesia. Merasa kaya itu penting agar kita menjadi orang yang bersyukur. Dan itu bisa terjadi bila kita tidak terbiasa menciptakan keinginan atau kebutuhan baru, apalagi jika hanya demi gengsi, prestise, dan status sosial.

Orang yang punya rumah dan mobil mewah belum tentu merasa kaya apabila ia selalu menciptakan keinginan dan kebutuhan baru yang tidak penting. Sebaliknya, banyak orang yang merasa kaya padahal hartanya tidak seberapa. Mengapa? Karena, ia menjalani hidup dengan sederhana, tetapi hati dan sikapnya dipenuhi dengan keberlimpahan untuk terus berbagi dan peduli. Ayo pilih mana?

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Nurudin | Swasta
Sekilas KSC memiliki apa yang dimiliki facebook yang membuat banyak orang 'kecanduan'. Tapi bila dicermati, facebook tidak memiliki apa yang dimiliki KSC. Maaf facebook, tak lama lagi aku akan meninggalkanmu, aku mendapatkan apa yang tak aku dapatkan darimu.
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0474 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels