Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://arry_rahmawan.kotasantri.com
Bergabung
4 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Creative Writer and Blogger
Arry Rahmawan lahir di Tangerang, 5 Desember 1990. Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia. Saat ini kesibukannya sebagai penulis di http://arryrahmawan.net, berbagai jurnal, majalah, buletin, dan telah menerbitkan 5 buah buku. Pendiri dan direktur dari CerdasMulia Leadrrship and Training Center (cerdasmulia.com) ini juga aktif sebagai pembicara seminar nasional di berbagai daerah di …
http://arryrahmawan.net
contact@arryrahmawan.net
arry.rahmawan@gmail.com
arry_tiui09
arry.rahmawan@windowslive.com
arry.rahmawan@gmail.com
http://twitter.com/arryrahmawan
Tulisan Arry Lainnya
Memulai Berlatih Menulis
30 Agustus 2013 pukul 22:00 WIB
Anugerah yang Tidak Terduga
25 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Keberkahan dalam Bisnis
19 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Asyiknya Usia 20-an
13 Agustus 2013 pukul 19:00 WIB
Pentingnya Membangun Expertise
7 Agustus 2013 pukul 21:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 31 Agustus 2013 pukul 20:20 WIB

Mengingat Usia dalam Berkarya

Penulis : Arry Rahmawan

Dalam sebuah sesi sharing tentang menjadi muslim yang menginspirasi di kampus-kampus, salah satu pertanyaan yang paling sering saya dapatkan dari peserta adalah, “Bagaimana menjaga semangat dan konsistensi dalam berkarya?” Karena umumnya memang peserta hanya bersemangat untuk berkarya setelah mengikuti sesi seminar, dan itu tidak bertahan lama.

Menjadi seorang muslim yang menginspirasi, menurut saya, sangat sederhana, yaitu menjadi seorang muslim yang kuat dan bermanfaat. Kuat dalam artian keshalehan, pengetahuan, kasih sayang, dan kemandirian. Sementara bermanfaat adalah berani untuk berkarya, berprestasi, dan berbagi atas kekuatan yang telah dibangun.

Jika saya sedang jenuh dalam menulis atau menghasilkan karya-karya baru, saya selalu mengingat usia dalam berkarya untuk melecut kembali semangat saya. Saya malu kepada Pak Jamil Azzaini misalnya, yang dengan segala kesibukan dan aktivitas masih bisa menulis rutin setiap hari di blognya. Usia saya setengahnya beliau, bukankah seharusnya saya jauh lebih bersemangat dan meledak-ledak dalam berkarya dan menyebar kebermanfaatan?

Selain mengingat usia yang masih muda dan fresh, saya juga mengingat bahwa usia saya ini terus berjalan tanpa kenal henti. Semakin tua kita tentu makin banyak hal yang harus diurus dan staminapun tidak sebugar ketika kita masih muda. Kita bolehlah menunda pekerjaan atau karya-karya yang ingin kita hasilkan, namun percayalah waktu tidak akan menunggu kita. Jangan sampai kita menyesal dan baru sadar belum menghasilkan kebermanfaatan apa-apa saat kita berada dalam senja kehidupan dan menunggu waktunya pulang.

Mengingat usia dalam berkarya dapat menjadi salah satu cara yang bisa dicoba saat sedang jenuh dalam bekerja atau menghasilkan karya-karya baru yang bermanfaat bagi yang lainnya.

http://arryrahmawan.net

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Arry Rahmawan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Yussi | Karyawati
Subhanallah sekali bisa bergabung di KotaSantri.com. Barakallah...
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0495 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels