Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://shardy.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Dhoha -
Pekerjaan
Tulisan Syaifoel Lainnya
Hanya Pintar, Pasti Keblinger
11 Mei 2013 pukul 19:00 WIB
Menikmati Kenikmatan
17 April 2013 pukul 21:30 WIB
Membayar Magang, Kembali ke Zaman Jahiliyah
16 Maret 2013 pukul 15:00 WIB
Mengasa Jiwa Raga, Ba'da Kuliah
6 Maret 2013 pukul 11:00 WIB
Jangan Hanya Dengar Suara Hati!
15 Februari 2013 pukul 11:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 29 Mei 2013 pukul 19:00 WIB

Impossible

Penulis : Syaifoel Hardy

Pertemuan dengan salah seorang direktur utama sebuah PT pengerah tenaga kera beberapa hari lalu, sungguh membuat saya tidak percaya. Ketika saya tanyakan mengapa tidak merekrut nurses kita untuk dikirim ke Australia, Canada, dan Amerika Serikat, dengan kondisi sekarang; dijawabnya dengan gamblang, "Dengan syarat IELTS 7 untuk setiap komponennya, ditambah harus memiliki Registered Nurse (RN) status, impossible!" katanya ringan.

Pengiriman nurses ke Timur Tengah, dikatakan juga mulai sulit. Selain, katanya, gajinya kurang menggiurkan. Mending kirim teknisi, mekanik, atau insinyur yang tidak berbelit prosedurnya, gaji tinggi, dan lebih mudah dicari.

Apa yang disampaikan benar, bahwa nurses di negeri ini, saat ini, kendalanya besar dan luas. Prosedur yang dihadapi bukan tambah simple. Malah mbulet. Dulu, tiga dasa warsa lalu, tidak ada yang namanya STR, CGS, SIP, dan tetek-bengek lainnya. Namun sekarang beda. Selain jumlah nurses yang terus membengkak, aturan yang diterapkan di semua negara pula makin hari makin sulit. Tantangan yang kita hadapi dari luar juga dalam.

Waktu itu awal tahun 1996. Saya adalah perawat Indonesia pertama yang berangkat mencari kerja ke UAE dengan duit sendiri, mengurus visit visa sendiri, mencari penginapan kemudian berkeliling kota Dubai untuk menebar CV ke beberapa tempat. Sebulan kemudian, saya datang lagi untuk memenuhi undangan interview, bukan undangan mendapatkan kerja. Semuanya berisiko. Alhamdulillah saya hadapi dengan rasa optimis dan senang hati.

Apakah itu berarti mudah? Padahal 17 tahun lalu kan?

Jika saat ini, seperti yang disampaikan di atas, bahwa nilai 7 untuk IELTS dan mendapat RN dikatakan impossible bagi nurses kita, saya sebenarnya sangat tidak sependapat. Nurses kita cerdas dan pintar-pintar.

Yang kurang hanya dorongan semangat serta kemauan keras untuk mendobrak segala kendala dan rintangan yang ada.

Makanya, ketika seorang ketua PPNI, dari salah satu provinsi, bilang kepada saya bahwa sesudah RUU Keperawatan disetujui, saya juga kurang setuju. Untuk mendirikan Nursing Board, sebenarnya tidak harus menunggu disahkannya RUU Keperawatan kita. Karena di banyak negara, RUU Keperawatan itu tidak ada.

Jika di negara lain bisa, mengapa Indonesia tidak?

Kesimpulan yang ingin saya sampaikan adalah, "Dalam hidup ini, apakah jaman dahulu, sekarang, atau di masa mendatang, pada prinsipnya sama saja! Tantangan ada di mana-mana. Yang pasti, tidak ada yang sulit, sepanjang kita memiliki kemauan untuk menembus segala rintangan.

Apalagi jika diniatkan ibadah! Ah... nikmatnya luar biasa!

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Syaifoel Hardy sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wawan R | Pengajar
Senang banget berkunjung dan baca-baca KSC. Isinya bagus penuh inspirasi. Sukses selalu untuk KSC.
KotaSantri.com © 2002 - 2023
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0523 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels