Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Firasat Ujay
16 Mei 2013 pukul 10:00 WIB
Berkah Komputer Bekas
10 Mei 2013 pukul 21:00 WIB
Aku Bersyukur Memilikimu
4 Mei 2013 pukul 08:00 WIB
Ketika Panglima Ditilang
28 April 2013 pukul 11:00 WIB
Saya Harus Nulis Apa?
26 April 2013 pukul 23:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 22 Mei 2013 pukul 20:00 WIB

Aam

Penulis : Eko Prasetyo

Namanya Muhammad Amanatullah atau biasa disapa Aam, asal Gresik, Jawa Timur. Usianya tahun ini 19 tahun. Aku baca profilnya di Jawa Pos akhir pekan lalu. Jauh sebelumnya, aku pernah menyaksikan penampilannya dalam acara Kick Andy di Metro TV pada 2011. Inspiratif.

Aam terlahir cacat sejak lahir. Tangan dan kakinya tidak sempurna. Sang ibunda, Nasifah, tidak menutupi kekurangan anak keenamnya tersebut. Aam dikenal cerdas. Masalah datang ketika ia hendak masuk sekolah dasar (SD). Beberapa SD umum menolaknya. Orangtua Aam disarankan untuk menyekolahkannya di sekolah luar biasa (SLB). Sebenarnya, meski punya keterbatasan fisik pada tangan dan kaki, Aam tergolong cerdas dan berbakat.

Saat Aam kelas 5, Siti Jaizaroh, salah satu guru SLB Bhayangkari, berusaha memperjuangkan Aam supaya bisa bersekolah di sekolah umum. Sebab, Aam hanya cacat fisik, tetapi secara mental dan inteligensi, dia normal. Hal itu sejalan dengan keinginan orangtua Aam. Akhirnya, ketika kelas 6, Aam dipindah ke SDN Kebomas, Gresik.

Aam punya bakat menggambar. Bakat ini tampak ketika ia duduk di kelas 3 SD. Dia diikutkan lomba menggambar di Porseni dan mendapat juara. Melihat bakat anaknya, Nasifah lantas mengikutkan Aam les menggambar. Aam makin bersemangat. Sepulang sekolah, dia mengisi waktu dengan menggambar dan melukis. Dia paling suka melukis sesuatu yang bertema lingkungan. Alat yang digunakan krayon hingga cat minyak. Hasil lukisannya sangat bagus, tak terlihat jika itu dilakukan dengan jari kaki.

Bakat dan anugerah luar biasa itupun terdengar di masyarakat luas. Aam bahkan pernah diundang ke Jakarta oleh Kapolri Jenderal Polisi Sutanto untuk memperagakan cara melukis dengan menggunakan kaki. Beberapa lukisannya dilelang dan terjual jutaan rupiah.

Prestasi akademik Aam juga tergolong bagus. Dia selalu masuk sepuluh besar, baik ketika di SMPN 4 Gresik maupun di SMA Semen Gresik. Bahkan, saat penerimaan rapor semester satu kelas XII kemarin, Aam mendapat peringkat ke-6. Dia juga mendapat beasiswa dari Yayasan Semen Gresik hingga kuliah.

Hujan rintik-rintik tampak di balik jendela. Malam kian larut. Kuhela napas. Tak henti memuji kebesaran Allah SWT. Betapa Dia Mahaagung dan Mahaadil. Betapa banyak orang yang terlahir cacat sejak lahir dan dengan segala keterbatasannya justru memiliki kelebihan yang sebagian orang normal tidak mampu melakukannya.

Sumber : Jawa Pos

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Indra | Full Time Jobseeker
Alhamdulillah KSC bagus banget, jadi pengen nyoba KSC Mobile-nya.
KotaSantri.com © 2002 - 2014
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.3359 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels