Pelangi » Refleksi | Selasa, 16 April 2013 pukul 19:00 WIB

Bersihkan Lingkungan

Penulis : Febrian Hadi Santoso

“Tempat yang bersih memaksa orang berbuat bersih, pun bila ditempat kotor ‘kan juga memaksa orang berbuat kotor.”

Sebuah nasihat yang saya dapat beberapa waktu lalu. Ia berbicara tentang kebersihan dan lingkungan. Sebuah makna yang tersirat dan ternyata tak sedangkal kata yang terucapkan. Mengapa? Sebab kebersihan yang dimaksud adalah sungguh luas cakupannya.

Seperti sabda nabi bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka tak heran bila ajakan serupa banyak ditemui di tempat-tempat umum. Orang-orang yang sadar pun akan dengan sendirinya menjaga kebersihan, walau tak ada reklame peringatan untuk menjaganya.

Tak pernah saya jumpai, di sebuah Mall yang sangat bersih yang lantainya bisa dibuat ngaca, orang-orang meludah atau membuang sampah sembarangan. Hingga mereka menahan atau menyimpannya terlebih dahulu. Inilah yang dimaksud dengan kesadaran diri menjaga kebersihan atau tempat yang bersih memaksa orang berbuat bersih.

Bandingkan dengan pasar-pasar tradisional. Apa yang terjadi? Silakan interpretasikan sendiri.

Tempat yang bersih memang memaksa orang berbuat bersih. Dalam sebuah organisasi/instansi sekalipun kita dituntut untuk ‘bersih’. Bersih dari kasus suap, bersih dari kasus pungli, bersih dari kasus korupsi, dan sebagainya. Karena dengan lingkungan yang ‘bersih’ akan menciutkan upaya-upaya ‘kotor’ yang ada. Semoga.

KotaSantri.com 2002-2022