Ali Bin Abi Thalib : "Hati orang bodoh terdapat pada lidahnya, sedangkan lidah orang berakal terdapat pada hatinya."
Alamat Akun
http://jn2h.kotasantri.com
Bergabung
4 Juni 2012 pukul 20:24 WIB
Domisili
Langsa - Aceh
Pekerjaan
Mahasiswa
jnhheaven@gmail.com
http://twitter.com/jn2h_bintang
Tulisan Nurjannah Lainnya
Maghrib-ku Kelam
12 November 2012 pukul 15:00 WIB
Surat Rindu yang Tertunda
29 Oktober 2012 pukul 12:00 WIB
Pelangi yang Indah
17 Oktober 2012 pukul 15:00 WIB
Cinta ini Membunuhku
15 Oktober 2012 pukul 13:00 WIB
Persiapan Jangan Setengah-setengah
5 Oktober 2012 pukul 08:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 17 November 2012 pukul 08:00 WIB

Virus Galau

Penulis : Nurjannah

Kejadian ini untuk kesekian kalinya berulang. Aku yang si pemikir hal-hal kecil yang kadang tak penting juga terlalu diambil alih kepentingannya. Aku tipe orang yang jika terdapat sedikit masalah, langsung muncul di raut wajah tanpa diundang. Walaupun sudah berkali-kali berusaha untuk tampil baik-baik saja. Setiap yang aku lakukan menjadi tidak fokus, karena semua yang terfikir hanya satu hal kecil yang sedang memenuhi kepalaku.

Galau. Ya, galau adalah kata-kata yang sangat populer akhir-akhir ini. Pada dasarnya makna galau sendiri masih abu-abu. Ada yang berpendapat, jika dalam keadaan sedikit sedih, maka sudah ter-judge bahwa kita terserang virus galau. Penyebab galau sebenarnya macam-macam, baik masalah keuangan, keluarga, persahabatan, ataupun asmara. Namun, sebagian berpendapat bahwa penyebab utama adalah dikarenakan kita tidak dekat dengan Pencipta. Opini itu tak dapat aku sanggah. Tapi bagaimana dengan kasus aku si pemikir hal-hal sepele? Apakah aku juga termasuk si galau yang jauh dengan Tuhannya? Sebenarnya, aku hanya memikirkan sebab-akibat dari suatu masalah, bukan bersedih berkepanjangan yang tiada henti yang biasa disebut galau.

Memperbanyak istighfar, mungkin salah satu obat yang sangat mujarab di saat dilanda virus galau itu. Menghadirkan Dia di hati agar segala sesuatu baik-baik saja. Selain itu, juga 2 amalan lain di akhir zaman saat ini dengan memperbanyak shalawat atas Nabi Muhammad SAW, beristighfar, dan bersedekah. Semoga kita tak termasuk galauers yang tidak berujung. Aamiin…

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Nurjannah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Maharandi | Karyawan
Syukur alhamdulillah, sejak pertama kali membaca tulisan-tulisannya, saya langsung tertarik, karena materinya beragam dan terkadang mendatangkan inspirasi baru. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan hidayahNya kepada kita semua.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0509 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels