Pelangi » Refleksi | Sabtu, 13 Oktober 2012 pukul 09:00 WIB

Sulit Mencari Hati yang Jernih

Penulis : Muhammad Sofyan Arif

Kita dihadapkan pada sesuatu yang sebenarnya menggelitik dan terasa aneh. Kenapa demikian? Kita lihat saja, banyak sekali orang-orang pintar di negeri ini, bahkan mereka memiliki kemampuan yang luar biasa, sehingga bisa duduk di kursi-kursi empuk, baik di parlemen atau lembaga tinggi.

Akan tetapi, orang-orang pintar tersebut terkadang ada yang memanfaatkan posisi strategisnya. Banyak oknum-oknum yang kita anggap sebagai wakil kita, namun hanya duduk dan tidur-tiduran saja. Bahkan mereka oknum-oknum tersebut rela mengorupsi uang rakyat yang notabenenya memilih mereka agar bisa mensejahterakan rakyatnya.

Miris sekali dengan keadaan seperti ini, keadaan yang seharusnya menguntungkan dan mensejahterakan, namun malah sebaliknya, yaitu sangat menyakitkan dan merugikan.

Kita sering merasa bersalah ketika harus melakukan sesuatu. Memilih salah, tidak memilih juga salah. Diam salah, berbicara juga salah. Marah salah, sabar juga salah. Memaki salah, mencintai juga salah. Mengharapkan salah, tidak mengharapkan juga salah. Menghujat salah, memuji juga salah. Duh, sampai kita bingung mau berbuat apa.

Banyak orang-orang pintar yang lahir, namun kita sangat sulit mencari hati yang jernih. Ketika hati mereka jernih, maka yang hadir adalah rasa bahagia di hati kita, rasa bersyukur yang tiada terkira. Namun apapun itu, yakinlah bahwa Tuhan akan selalu menuntun hamba-hamba-Nya yang penuh dengan kesabaran, bisa menerima semua cobaan, tetap berusaha, berdo'a, dan bersyukur menjalani kehidupan.

KotaSantri.com 2002-2019