|
QS. Muhammad : 7 : "Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
"
|
|
|
http://jamilazzaini.com |
|
http://facebook.com/jamilazzaini |
|
http://twitter.com/jamilazzaini |





Rabu, 8 Agustus 2012 pukul 09:30 WIB
Penulis : Jamil Azzaini
Menunda-nunda menjenguk orang yang sakit bisa menjadi salah satu penyesalan terbesar dalam hidup kita. Contohnya, ketika seorang teman saya terbaring di rumah sakit, saya berencana membesuknya pagi hari, namun saya tunda, siang harinya dia sudah dipanggil Yang Mahakuasa. Sahabat saya Anwar Sani, penulis buku “Donat Kehidupan”, menyesal karena dia meneruskan rapat saat mendengar bapaknya masuk rumah sakit, usai rapat bapaknya telah meninggal dunia.
Menjenguk orang sakit selain berpahala bagi kita juga akan membantu proses penyembuhan bagi si sakit. Mengapa? Karena saat dijenguk, orang yang dicintai perasaan cinta dan senang akan muncul. Berdasarkan penelitian dari Stanford University School of Medicine yang dipublikasikan pada 2012, ditemukan bahwa perasaan cinta yang bergairah dan intens secara mengagumkan dapat secara efektif meringankan rasa sakit, setara dengan obat penghilang rasa sakit atau obat-obatan terlarang seperti kokain.
Arthur Aron, PhD. Profesor Psikologi dari State University of New York at Stony Brook mengatakan, hasil penelitian membuktikan bahwa perasaan cinta yang penuh gairah mampu mengaktifkan area pada otak yang sama dengan yang diaktifkan oleh obat-obatan. Ketika bertemu orang yang kita cintai, terjadi proses aktivasi secara intens pada reward area, suatu area yang aktif ketika kita mengkonsumsi kokain atau ketika kita mendapatkan uang dalam jumlah yang sangat besar.
Apabila Anda benar-benar mencintai sahabat Anda, saudara Anda, dan keluarga Anda, maka tengoklah mereka saat sakit. Sementara bagi keluarga yang sakit, hindari membuat aturan “dilarang menengok yang sakit”. Bila khawatir yang sakit tidak bisa istirahat, buatlah jadwal atau waktu membesuk.
Jangan tunda-tunda membesuk orang sakit. Karena, bagi yang sakit akan membantu proses penyembuhan. Sementara bagi yang membesuk akan terhindar dari penyesalan berkepanjangan.
Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.