Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://abisabila.kotasantri.com
Bergabung
30 Oktober 2009 pukul 19:46 WIB
Domisili
Tangerang - Banten
Pekerjaan
swasta
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.
http://www.abisabila.com
http://facebook.com/abi.sabila
http://twitter.com/AbiSabila
Tulisan Abi Lainnya
Bersih Bersinar, Cerah Bercahaya
28 Juni 2012 pukul 09:15 WIB
Hati-Hati Berinvestasi
23 Mei 2012 pukul 09:30 WIB
Satu dari Sekian Jalan
15 Mei 2012 pukul 08:30 WIB
Ini Senjataku, Mana Senjatamu?
10 Mei 2012 pukul 09:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 10 Juli 2012 pukul 11:00 WIB

Seperti Pakaian

Penulis : Abi Sabila

“Ngomongnya sih dulu begitu, di mana ada kamu, di situ ada aku, tapi sekarang nyatanya yang satu ke mana, satunya lagi di mana!”

Entah pengalaman apa yang dimiliki Fulan, terdengar sinis ia mengomentari sebuah lagu yang pernah hits di tahun 80-an yang baru saja diputar di salah satu komputer di ruang kerjaku.

“Saat masih pacaran, berbagai ungkapan dan perumpamaan terdengar indah. Ada yang bilang bagai bunga dan kumbang, tak terpisahkan. Sayangnya banyak bunga yang bernasib malang. Saat masih bermadu banyak kumbang yang datang, ketika habis madunya sang kumbang jalang kembali terbang!”

Bak api terpercik bensin, berbagai komentar terus bersahutan dari rekan-rekan di sekelilingnya. Dari semua komentar yang kadang asal dan berlebihan hingga yang penuh kesungguhan, ada satu yang menggugah kesadaran, yaitu ketika salah satu dari mereka mengatakan bahwa suami istri itu hendaknya seperti pakaian.

“Seperti pakaian?” kompak beberapa rekan lain bertanya, penasaran.

Maka dengan penjelasan yang sederhana namun mengena, ia menerangkan maksud sepasang suami istri seharusnya seperti pakaian.

“Benarkah demikian?” seorang rekan tiba-tiba bertanya padaku yang sedang khidmat menyimak, membuatku sedikit gelagapan.

“Ya, aku sepakat dan sependapat bahwa semestinya suami istri itu layaknya pakaian. Suami istri harus saling menutupi aib pasangannya, menjaga harga diri satu sama lain, bukan sebaliknya, beralasan mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, kemudian curhat ke sana ke mari. Akhirnya bukan solusi yang didapatkan, tapi rahasia yang harusnya disimpan malah jadi bahan pembicaraan.

Aku berhenti sejenak, mengingat-ingat apa yang tadi kudengar, berusaha menyimpulkan dengan kalimat yang paling sederhana namun tak merubah makna. “Ibarat pakaian dan manusia, tidak ada pemisah, begitupun suami istri, hubungan keduanya haruslah erat, tidak ada orang asing di antara keduanya, mencampuri urusannya. Bila kita memilih pakaian menyesuaikan musim atau udara yang dirasa, maka suami istri harus bisa menempati posisi yang tepat pada situasi yang tepat. Saat salah satu tak bisa menahan emosi, janganlah yang satu mengompori tapi berusaha meredamnya dengan kelembutan. Dan jika pakaian bisa menghangatkan badan, maka suami istri harus bisa menghangatkan keluarganya, jauhkan sifat dingin, acuh tak acuh di antara mereka.”

“Yang terakhir, bila pakaian adalah juga perhiasan, maka suami istri seharusnya menjadi perhiasan bagi lainnya. Bukan begitu kesimpulannya?” aku bertanya pada rekan yang pertama mengatakan suami istri layaknya pakaian, memastikan bahwa kesimpulanku, meski ada kurang lebihnya, tidaklah keluar dari apa yang telah dijelaskan dengan panjang lebar.

“Benar! Lalu bagaimana dengan kalian, apakah sudah menjadikan istri masing-masing layaknya pakaian?” ia membenarkan kesimpulanku dan bertanya pada rekan lainnya, tentang kedudukan istri masing-masing di mata mereka. Sayangnya aku tak bisa dan tak berani mengartikan ekspresi yang terlihat di wajah mereka yang cengengesan.

Bagaimana dengan Anda, saudaraku? Sepakat dan sependapatkah bahwa kedudukan suami istri bagai pakaian satu sama lain? Dan apakah sudah mengaplikasikannya secara baik dan benar, ayat Al-Qur'an; هن لباس لکم وانتم لباس لهن “Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah : 187)? Insya Allah.

http://www.abisabila.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Abi Sabila sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Elis Khatizah | Mahasiswa Pasca Sarjana
Artikelnya bagus-bagus.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0621 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels