Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://abisabila.kotasantri.com
Bergabung
30 Oktober 2009 pukul 19:46 WIB
Domisili
Tangerang - Banten
Pekerjaan
swasta
Seorang pembaca yang sedang belajar menulis.
http://www.abisabila.com
http://facebook.com/abi.sabila
http://twitter.com/AbiSabila
Tulisan Abi Lainnya
Hati-Hati Berinvestasi
23 Mei 2012 pukul 09:30 WIB
Satu dari Sekian Jalan
15 Mei 2012 pukul 08:30 WIB
Ini Senjataku, Mana Senjatamu?
10 Mei 2012 pukul 09:00 WIB
Berayah tapi Tak Berbapak
7 Mei 2012 pukul 11:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Kamis, 28 Juni 2012 pukul 09:15 WIB

Bersih Bersinar, Cerah Bercahaya

Penulis : Abi Sabila

Ini bukan tentang produk pencuci piring, bukan pula produk perawatan tubuh dan kecantikan. Ini tentang si Fulan dan Fulanah yang memiliki kulit bersih bersinar dan wajah cerah bercahaya.

Seperti orang Indonesia pada umumnya, kulit Fulan dan Fulanah tidaklah putih, tidak juga hitam. Kita biasa menyebutnya sawo matang. Tapi yang terlihat beda dari mereka adalah kulit dan wajahnya yang bersih bersinar, cerah bercahaya.

Tidak! Mereka tidak menggunakan aneka macam produk yang setiap hari iklannya muncul di televisi, masing-masing mengklaim bisa membuat kulit dan wajah terlihat bersih, putih merona, dan bahkan - katanya - mampu menolak tanda-tanda penuaan. Sebagaimana yang lainnya, Fulan dan Fulanah mandi dua kali sehari, menggunakan sabun dan pembersih muka yang biasa orang lain gunakan. Tapi bila kulit dan wajah mereka terlihat lebih bersih bersinar, cerah bercahaya, itu karena mereka melakukan apa yang orang lain tidak lakukan.

Ini bukan rahasia, banyak orang yang tahu, tapi tak sebanyak itu yang mengerjakannya. Kulit dan wajah Fulan dan Fulanah terlihat bersih bersinar, cerah bercahaya karena mereka selalu menjaga wudhu. Bila orang lain berwudhu lima kali sehari, sebelum shalat, maka Fulan dan Fulanah berwudhu lebih dari itu. Bila batal, mereka segera berwudhu.

Wudhu bukanlah pekerjaan yang susah, tapi membiasakannya memang tidak selalu mudah. Di awal, Fulan dan Fulanah bahkan harus ekstra sabar, termasuk menghadapi pertanyaan hingga sindiran rekan-rekannya.

“Kamu sakit perut? Ngantuk?“ pertanyaan ini sering dilontarkan rekan-rekannya yang heran melihat Fulan dan Fulanah bolak balik ke kamar mandi dan muka basah saat kembali.

“Shalat apa, kok jam segini wudhu?” pertanyaan berubah ketika Fulan dan Fulanah menjelaskan bahwa ia sering ke kamar mandi bukan lantaran sakit perut, bukan pula membasuh muka karena ngantuk. Ia ke kamar mandi untuk memperbarui wudhu.

Mengapa Fulan dan Fulanah mau berepot-repot (menurut pandangan beberapa rekan mereka) memperbarui wudhu? Tidakkah cukup ketika hendak shalat saja?

Selain bersuci merupakan sebagian dari iman, di akhirat kelak orang yang rajin berwudhu akan terlihat bercahaya sehingga Rasulullah SAW akan mengenali ia sebagai umatnya. Selain menghapus kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh jasad, berwudhu juga dapat menggugurkan dosa-dosa kecil serta meninggikan derajat. Menjaga wudhu juga merupakan amal yang mendorong dibukanya pintu syurga bagi yang mengamalkannya. Alasan inilah yang mendorong Fulan dan Fulanah selalu berusaha untuk menjaga wudhunya. Selain menjaga dari berbuat maksiat, alangkah indahnya apabila saat kembali, menghadap Allah, kita dalam keadaan berwudhu.

Sekali lagi, wudhu memang pekerjaan ringan tapi terasa berat sebelum dibiasakan. Semoga kita bisa memiliki kulit yang bersih bersinar, cerah bercahaya seperti Fulan dan Fulanah. Tak harus bersusah payah, menggunakan berbagai macam produk dengan harga yang tidak murah, ada cara yang mudah dan bernilai ibadah. Berwudhulah! Tentu saja, niatkanlah karena Allah semata, mengharap ridha-Nya. Ketika Allah ridha dengan yang kita kerjakan, walau tak kita minta akan Ia berikan. Insya Allah.

http://www.abisabila.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Abi Sabila sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

zaenudin | tutor
Memang Hebattt, bisa nambah ilmu juga sahabat.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0773 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels