HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://latief.kotasantri.com
Bergabung
13 Oktober 2011 pukul 09:23 WIB
Domisili
Al Ain - Al Ain
Pekerjaan
Pegawai
latape2003@gmail.com
latape2003
la_tape2003
latape2003
latape2003@gmail.com
http://twitter.com/latape2003
Tulisan Abdul Lainnya
Rumah; Kerajaan Anak
24 Maret 2012 pukul 10:30 WIB
Cinta, Sukses, dan Kekayaan
14 Februari 2012 pukul 14:00 WIB
Jumanah Sang TKW
30 Desember 2011 pukul 11:15 WIB
Ngengat Kehidupan
27 Desember 2011 pukul 15:15 WIB
Hijrahkan Dirimu Menuju Kebaikan
23 Desember 2011 pukul 11:45 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 22 April 2012 pukul 08:30 WIB

Gaji

Penulis : Abdul Latief Sukyan

Suasana pagi ini seindah hari sebelumnya, matahari baru menampakkan separuh bulatnya, burung-burung dara yang beterbangan dari atap satu rumah ke rumah lainnya adalah kegiatan rutin pagi. Setelah menyalakan mesin mobil, saya langsung memutar radio siaran pagi. Pembahasan kali ini mengenai keluhan kebanyakan pegawai negeri. "Belumlah habis pertengahan bulan, gaji bulan ini sudah tidak tersisa, yang tersisa hanyalah daftar bon di toko-toko," ungkap seorang penelpon dengan nada sedikit sedih. Keluhan ini belakangan semakin terdengar dari ucapan kebanyakan orang, bahkan satu minggu berlalu gajipun ikut berlalu bersama minggu pertama.

Dari dialog udara di atas, ada seorang penelpon dengan suaranya yang tenang berpendapat, "Kebanyakan orang selalu mencaci hutang, bill, dan kewajiban lainnya, bahkan ada juga yang menuduh ketidakberkahan uang yang diterimanya, dan sangat sedikit sekali yang menuduh kelemahan dirinya bahkan mengakui keburukannya dalam me-manage keuangan dan pemasukannya."

Ketenangan dan jawaban luasnya sangat mempengaruhi pikiran saya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, "Kenapa ini harus terjadi? Pintu rezeki semakin luas, pemasukan semakin banyak, kondisi perekonomian kebanyakan orang semakin membaik. Hal ini sangat tampak dari pembangunan rumah di mana-mana, lalu lalang mobil dan motor di jalan raya semakin menambah kemacetan, telpon seluler sudah di genggaman para petani di sawah, penjual sayur di pasar bahkan anak-anak yang belum baligh sekalipun sudah memiliki telpon seluler." Sambil membayangkan kampung halaman saya yang sekarang disesaki oleh rumah-rumah mewah, mobil mewah, traktor, dan barang-barang pabrikan produk kemodernan.

"Sepertinya permasalahan bukan berkisar pada besar kecil pemasukan seseorang," ungkap seorang penelpon lainnya, lalu ia melanjutkan penjelasannya, "Sebab utamanya adalah kebanyakan kita tidak mempunyai kemampuan dalam mengatur keuangan. Kita tidak mempunyai pengalaman dalam mengelola keuangan, yang kita gunakan hanya instink kita. Kenyataan yang ada di hadapan kita, kita membelanjakan pemasukan kita sesuai dengan kebutuhan harian kita. Dan andaikata kita mampu mengelola pemasukan kita, maka tidak akan pernah ada yang namanya keluhan."

Dan sangat disayangkan adalah belakangan ini keluhan itu semakin nyaring terdengar, tanpa adanya usaha untuk mengetahui penyebabnya atau berusaha untuk belajar budaya menabung sesuai dengan semakin meluasnya pemasukan yang kita terima. Ada sebuah program di TVRI yang patut kita ikuti mengenai pengaturan dan pengelolaan pemasukan kita, tapi saya tidak ingat pastinya nama program tersebut. Semoga ke depan tidak ada lagi keluhan.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Abdul Latief Sukyan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Riesna | I'm Real Jobless
KotaSantri.com adalah situs keren yang memungkinkan kamu mengetahui dan mempelajari ilmu agama Islam lebih jauh, mudah, dan mengena. Di sini juga kamu bisa saling bersilaturahmi dengan para santri, melalui email dan chatting room yang tak kalah keren!
KotaSantri.com © 2002 - 2014
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0808 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels