HR. At-Tirmidzi : "Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiapa mengambil warisan tersebut, ia telah mengambil bagian yang banyak."
Alamat Akun
http://jamilazzaini.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 05:31 WIB
Domisili
Jakarta Selatan - DKI Jakarta
Pekerjaan
Trainer
Jamil Azzaini adalah seorang trainer sekaligus Inspirator. Rekan-rekannya menyebut sebagai Inspirator Sukses Mulia. Julukan itu muncul didasari oleh kepiawaiannya mendorong orang untuk selalu meraih kehidupan terbaik: Sukses Mulia. Sukses adalah orang yang memiliki 4-ta (harta, tahta, kata dan cinta) yang tinggi, 4-ta itu diperoleh dengan memperhatikan etika dan agama yang …
http://jamilazzaini.com
http://facebook.com/jamilazzaini
http://twitter.com/jamilazzaini
Tulisan Jamil Lainnya
Jangan Asramakan Anakmu
28 Januari 2012 pukul 12:00 WIB
Apa yang Membuat Ibu Bahagia?
24 Januari 2012 pukul 14:00 WIB
Mendengarkan
20 Januari 2012 pukul 09:00 WIB
Siapa yang Menilai Perbuatan Anda?
17 Januari 2012 pukul 15:00 WIB
Semua Bermakna
15 Januari 2012 pukul 09:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 29 Januari 2012 pukul 10:00 WIB

Filosofi Jagung

Penulis : Jamil Azzaini

Rabu malam kemarin, saya pulang dari Medan ke Jakarta usai bertemu beberapa mitra bisnis di Medan. Di pesawat, duduklah seorang lelaki dan perempuan yang mirip bapak dan ibu saya. Kulitnya telah keriput juga legam terbakar matahari. Saat itulah pikiran saya menerawang jauh ke masa lalu.

Saat kecil, saya sering menemani bapak ke sawah dan ladang. Saya ikut bapak menanam padi di sawah dan menanam jagung di ladang. Rumah kami di tengah hutan Lampung sendirian, atapnya dari ilalang, dindingnya dari bambu yang kami anyam. Pengalaman itu sangat membekas kuat dalam kehidupan saya.

Di antara pengalaman yang berkesan adalah saat kami menanam jagung. Bapak yang melubangi tanah kemudian saya yang meletakkan bibit jagung ke dalam tanah sambil menutupnya dengan tanah. Saat seperti itulah bapak saya sering bertutur, “Jamil, jagung itu harus kau tutup dengan tanah agar tidak dimakan burung atau ayam. Benih jagung itu tertutup tanah, dia harus menanggung beban tanah yang menimbunnya. Tetapi karena kau tutup itulah jagung akan tumbuh kemudian berbuah. Hasilnya bisa kita jual dan kita makan.”

Sambil terus menanam jagung, bapak saya melanjutkan ceritanya. "Hidup kita saat ini seperti bibit jagung yang kau tutup tanah, tinggal di tengah hutan dan susah. Tapi ketahuilah, anakku, suatu saat nanti kau akan tumbuh menghasilkan buah yang enak dimakan. Jadilah kamu bibit yang baik, bertahan dan bersabarlah atas segala kesulitan yang datang. Saat kau besar nanti, pasti akan menghasilkan buah yang sangat baik, anakku.

Bila jagung sudah tumbuh, nanti harus kau siram dan pupuk. Begitu pula hidupmu, anakku. Saat nanti kau sudah besar dan berhasil, kau harus tetap disiram dan dipupuk. Siramilah kehidupanmu dengan surat-surat dari Tuhanmu. Bacalah kitab-Nya agar kehidupanmu selalu segar. Rendahkanlah dirimu agar air itu datang menghampirimu, karena tabiat air mendatangi tempat yang lebih rendah.

Pupuklah kehidupanmu dengan cara bersahabat dan bergaul bersama orang-orang yang shaleh dan baik. Perlakukan mereka seperti kau memperlakukan saudaramu sendiri. Kadang-kadang pupuk kandang itu aromanya tak sedap, tetapi itu menyuburkan tanah tempatmu tumbuh. Nanti kau akan bertemu dengan teman yang mengkritik dan menyakitimu, anggaplah itu pupuk kandang buatmu."

Jagung bagi saya bukan hanya makanan. Ada makna mendalam yang melekat di dalamnya. Kita harus menjadi benih unggul yang tidak boleh lupa disiram dan dipupuk agar menghasilkan buah yang berkualitas.

Terima kasih, bapakku, akulah benih yang dulu bapak tanam. Semoga aku berbuah sesuai dengan harapan bapak.

Dari atas pesawat jurusan Medan - Jakarta, kupersembahkan tulisan ini untukmu. Aku bangga kepadamu, I love you so much.

http://jamilazzaini.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Jamil Azzaini sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aw Windarti | Guru
Allahu Akbar!!! KSC itu media penyejuk jiwa-jiwa yang gersang.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1468 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels