Ust. Aam Amiruddin : "Sesungguhnya sepercik kejujuran lebih berharga dari sebongkah cinta. Apa arti sebongkah cinta kalau dibangun di atas kebohongan? Pasti rapuh bukan? Betapa indahnya apabila kejujuran dan cinta ada pada diri seseorang. Beruntunglah Anda yang memiliki kejujuran dan ketulusan cinta."
Alamat Akun
http://desmeli.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Jakarta - DKI Jakarta
Pekerjaan
Karyawati
Tulisan Desmeli Lainnya
Terima Kasih, Ya Allah
14 Oktober 2010 pukul 18:11 WIB
Hidup adalah ...
4 Agustus 2010 pukul 20:30 WIB
My Luv Never Die
15 Juli 2010 pukul 17:30 WIB
Karena Aku Wanita
28 Juni 2010 pukul 18:22 WIB
Nikmat Allah yang Kita Dustakan
25 Juni 2010 pukul 17:10 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 1 Mei 2011 pukul 08:30 WIB

Jam 1 Malam

Penulis : Desmeli

"Neng, kerupuk," panggil kakek penjual kerupuk langganan kami padaku yang kebetulan papasan dengannya di jalan.

"Iya, kek, jawabku," akupun bergegas mengambil kaleng kosong tempat kerupuk, dan segera memberikan kepadanya.

"Ini, kek," sambil si kakek penjual kerupuk memasukkan kerupuk-kerupuknya ke kaleng hingga penuh.

Aku memperhatikan si kakek dari ujung kaki sampe ujung kepala, dan kuprediksikan umurnya sekitar kurang lebih 65 tahun. Fisiknya yang telah lemah, kulitnya yang telah keriput, suaranya yang lirih, dan warna bola matanya yang telah pudar berwarna keabu-abuan, membuatku ingin mengetahui sesuatu darinya.

"Kek, rumahnya di mana?" selidikku ingin tahu.

"Di Bintaro, neng," jawab si kakek tanpa memalingkan mukanya ke arahku.

"Jauh banget, kek," kataku, karena memang Kebun Jeruk - Bintaro sangat jauh, jika ditempuh dengan sepeda gerobak punya si kakek.

"Emangnya kakek kalo dari rumah jam berapa?" rasa ingin tahuku pun semakin dalam.

"Berangkat dari rumah jam 1 malam, neng. Kalau kerupuknya tidak habis, biasanya saya suka nginap di Ciputat, tempat teman. Kalau habis, ambil lagi di Bintaro," jawabnya lirih membuat hatiku terenyuh.

SUBHANALLAH… Si Kakek berumur kurang lebih 65 tahun dengan fisiknya yang telah kelihatan melemah, kulit yang telah keriput, suaranya yang lirih, dan bola matanya yang telah memudar berwarna keabu-abuan berjuang untuk menghidupi keluarganya di saat semua orang tertidur lelap, di saat orang sedang menikmati mimpi indahnya. Ya, jam 1 Malam!

10 menit percakapan dengan si kakek sangat memberiku pelajaran yang tak ternilai harganya, memberiku pelajaran tentang rasa syukur, survive untuk hidup, dan tidak cepat putus asa. Kejadian ini membuatku semakin dewasa.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Desmeli sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Desy Rahayu | Pegawai
Saya baru bergabung di KotaSantri.com setelah saya membaca beberapa cerita yang sangat menarik, saya berkeinginan juga untuk berbagi cerita dengan Anda semua.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1045 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels