QS. At-Taubah 9 : 129 : "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung."
Alamat Akun
http://ao_zora.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 00:55 WIB
Domisili
Pekanbaru - Riau
Pekerjaan
Student and Author
...a cocoon becomes a beautiful butterfly. just like the butterfly's metamorphosis, i wanna become the extraordinary girl not just ordinary girl anymore..
aozora_hime@yahoo.com
yuki_sakamoto@rocketmail.com
aozora_hime@hotmail.com
Tulisan Aozora_hime Lainnya
Islam, The True Way of Life
19 Februari 2011 pukul 08:00 WIB
United 93
13 Februari 2011 pukul 11:00 WIB
Ujian dan Kematian
4 Juli 2010 pukul 17:10 WIB
Islamic New Year, New Schedule
21 Desember 2009 pukul 16:09 WIB
Aku Orang yang Beruntung
22 Agustus 2009 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Senin, 25 April 2011 pukul 10:00 WIB

Menjadi Temanmu adalah Indah

Penulis : aozora_hime

Keep fighting with your life! And never ever give up.

Sebuah SMS terakhir dan penutup pembicaraan yang aku sampaikan pada temanku yang berada di Bali malam itu. Aku mengenalnya kira-kira setahun yang lalu di sebuah chatting room, tapi baru seminggu terakhir ini kami mulai dekat semenjak aku meminta nomor hapenya akibat status yang ia buat di Facebook membuat aku ingin menjalin persahabatan lebih lanjut dengannya.

"Suddenly Japanese harajuku man told me : ‘I love u’, oh my, I dunno that he is a gay," begitulah status FB yang ia buat waktu itu yang membuatku penasaran dengan semua pengalamannya selama ia bekerja di Bali enam bulan ini. Persahabatan kami berlanjut melalui SMS-SMS yang ia kirimkan. Dan melalui SMS inilah aku mengetahui semua cerita kehidupannya. Ia bekerja di sebuah restoran sekaligus cafe sebagai waitress dan kadang-kadang ia berperan sebagai bartender. Setahun yang lalu, aku masih ingat ia bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Tapi ia tidak pantang semangat saat ia dikeluarkan dari perusahaannya dan mulai bekerja sebagai seorang waitress di Bali sampai saat ini.

Segera aku bertanya sejak kapan ia mulai bekerja yang bersifat ‘nomaden’ ini. Aku membaca di bagian profile Facebook sudah tiga kali ia gonta-ganti kerja untuk menghidupi dirinya sendiri. Ia bukanlah lulusan perguruan tinggi negeri, tetapi ia hanya mempunyai ijazah SMA. Sejak SMP sampai SMA, ia sendirilah yang membiayai uang sekolahnya dengan melakoni berbagai pekerjaan, menjual es dan makanan ringan, sampai menjual kerajinan tradisional. Sebagian teman-temannya mengatakan bahwa ia sangatlah berani dan terlihat cool akan niatnya membiayai sekolah sendiri. Tapi yang ia rasakan malah sebaliknya. Ia merasa tertekan akan kehidupannya yang ia rasakan tidak adil. Ia berasal dari keluarga broken home. Keegoisan kedua orangtuanyalah yang membuat ia harus bekerja demi membayar uang sekolah.

Dia tidak pernah menyerah sampai akhirnya ia bekerja menjadi seorang waitress. Aku sangat salut dengan kepribadiannya yang begitu kuat dan mandiri. Ia tidak takut jika ia harus beralih ganti profesi, karena ia tahu bahwa biaya kehidupan semakin mahal dari tahun ke tahun. Sampai akhirnya dua minggu lalu, ia mengirim SMS bahwa ia mulai ganti profesi menjadi seorang sales person di sebuah butik . Ia selalu curhat kepadaku, betapa ia sangat iri dengan gadget-gadget semacam laptop, PSP, dan lain sebagainya. Betapa dulu ia sangat mengimpikan memiliki sebuah handphone saat SMA dulu. Tapi satu demi satu keinginannya itu terwujud. Ia berkata bahwa kita hanya berusaha dan bersabar akan impian-impian kita. Suatu saat nanti, waktu akan menjawab semua keinginan dan impian kita tersebut. Ia mengatakan hal seperti itu karena ia sudah pernah mengalaminya sendiri.

Di umur yang bisa dibilang sangat muda dan di dalam kehidupan yang sangat berbeda dengan yang kumiliki, ia berjuang akan kehidupan yang ia miliki. Ia tidak pernah menyerah. Dan pasti tidak akan menyerah sampai kapan pun. Aku jadi malu sendiri. Kehidupan yang aku jalani sangat indah dan berbanding terbalik seperti miliknya. Aku bisa kuliah sedangkan ia tidak, karena tidak ada satu pun kedua orangtuanya yang peduli dengan dirinya. Ia tidak menyerah bahkan melarikan diri dengan kehidupannnya yang keras. Bandingkan denganku yang selalu melarikan diri jika aku mengalami hambatan akan masalah-masalah yang kuhadapi. Betapa memalukannya diriku.

Menjadi temanmu adalah indah. Kamulah satu-satunya yang menginspirasiku untuk menghargai kehidupan yang kujalani saat ini. Kamulah yang membuatku semakin semangat dalam belajar. Kamulah yang selalu menyemangatiku untuk mewujudkan cita-citaku ke luar negeri. Kamulah yang membuatku selalu bersyukur atas seluruh nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepadaku. Tidak ada lagi aku mengeluh karena tugas-tugas kuliah, tidak ada lagi aku melarikan diri jika aku diserahi amanah oleh orang lain. Dari dirinya aku banyak belajar bahwa selalu siap menghadapi tantangan dan jangan pernah melarikan diri. Lakukanlah segala sesuatu dengan hati riang gembira, maka semua pasti akan berjalan lancar.

Kami tidak pernah bertemu sama sekali di dunia nyata. Bahkan dia tidak tahu bagaimana rupa asliku. Tapi hal itu tidak masalah bagi kami berdua. Karena kami adalah teman yang saling mendukung satu sama lain. Siapa sangka setahun yang lalu aku mengenalnya, tapi baru beberapa minggu ini kami sudah dekat layaknya teman sejati di dunia nyata.

Suka
wuri handayani menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan aozora_hime sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aini Mardiyah | Mahasiswa
Di sini tempat untuk kamu-kamu yang ingin memanaj qalbu, artikel-artikel di web ini Insya Allah bermanfaat. Hehehe... Ada tulisan ane juga low!
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0523 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels