QS. Al-'Ankabuut : 64 : "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
Alamat Akun
http://ao_zora.kotasantri.com
Bergabung
24 Juni 2009 pukul 00:55 WIB
Domisili
Pekanbaru - Riau
Pekerjaan
Student and Author
...a cocoon becomes a beautiful butterfly. just like the butterfly's metamorphosis, i wanna become the extraordinary girl not just ordinary girl anymore..
aozora_hime@yahoo.com
yuki_sakamoto@rocketmail.com
aozora_hime@hotmail.com
Tulisan Aozora_hime Lainnya
United 93
13 Februari 2011 pukul 11:00 WIB
Ujian dan Kematian
4 Juli 2010 pukul 17:10 WIB
Islamic New Year, New Schedule
21 Desember 2009 pukul 16:09 WIB
Aku Orang yang Beruntung
22 Agustus 2009 pukul 16:00 WIB
Say I don't Know, Why Not?!
15 Agustus 2009 pukul 20:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 19 Februari 2011 pukul 08:00 WIB

Islam, The True Way of Life

Penulis : aozora_hime

Malam itu rasa marahku tidak dapat kuredam lagi. Jika orang ini ada di depanku, pasti aku tidak akan berhenti berdebat dengannya. Tapi apa daya, orang itu berada ribuan kilometer jauhnya dariku. Berbeda benua, berbeda waktu, sekaligus berbeda pendapat antara aku dan dengannya. Aku sudah lelah. Aku tidak ingin berdebat lagi. Cukup sudah ia menginjak-injak martabatku sebagai muslim dengan caci maki tanpa argumen jelas dan kuat yang mungkin sengaja ia buat-buat.

Aku mencentang kalimat ignore this people dan segera mengklik tombol ok. Walaupun aku sudah menutup perdebatan kami berdua tanpa ada ucapan bye atau good night, tetap saja aku masih marah dengannya. Tidak pantas ia mengatakan muslim itu adalah orang bodoh dan tidak memiliki manfaat hidup di dunia. Aku sudah banyak berdebat dengan orang semacam dia di dunia virtual, tetapi entah kenapa orang ini sangat menyakiti jalan hidupku sebagai muslim.

Rasa amarahku ini baru bisa berhenti saat kakakku datang dan aku menceritakan semua perdebatan yang aku alami. Aku bertanya kenapa banyak sekali para pembenci Islam di dunia ini? Semua teman-temanku di LN sana pasti sangat tidak menyukai arah pembicaraanku yang mengarah ke Islam. Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak sudah aku memutuskan hubungan dengan mereka akibat argumen-argumen kebencian tentang Islam.

Sang kakak tersenyum. Ia mulai bertanya kepadaku berapa banyak para pembenci Islam sejak Rasulullah mengemban risalah untuk menyampaikan ajaran suci ini kepada orang lain. Aku menjawab sangat banyak bahkan tidak bisa terhitung.

Dia bertanya lagi, “Jika seseorang mengatakan kamu bodoh. Apa jawabanmu?” tanyanya.

“Aku pasti marah,” jawabku.

“Lalu, jika aku mengatakan kamu adalah seorang muslim yang bodoh. Perkataan yang mana yang sangat membuat marah?”

Semua orang tahu pasti pertanyaan racist yang terakhir inilah orang akan marah, mungkin bagi muslim yang tidak tahu tata krama pasti akan memaki-maki orang yang mengatakan ia seperti itu.

Kemudian sang kakak melanjutkan lagi perkataannya. Alasan kenapa orang-orang itu selalu mengolok-olok Islam karena mereka percaya bahwa Islam itu adalah jalan yang benar, satu-satunya jalan hidup yang benar. Mereka juga tahu bahwa para muslim sangat taat dengan ajaran agama mereka, maka karena itulah mereka suka mengolok-olok Islam. Mereka yakin bahwa jika Islam diejek, para umat Islam pasti akan marah.

Segera ingatanku meloncat ke sebuah paragraf di dalam buku yang aku lupa judul buku itu. Di sana tertulis bahwa para kaum Quraisy sangat menyakini ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Mereka percaya ajaran Islam itu adalah benar, jika tidak, kenapa mereka menjuluki Rasulullah dengan al-Amin atau yang dipercaya? Satu hal kenapa mereka tidak meyakini Islam, yaitu karena sifat congkak dan harga diri tinggi yang melingkupi hati merekalah yang membuat mereka menolak ajaran beliau. Mereka merasa jika mereka masuk Islam, pasti harga diri mereka akan turun atau dipandang sebelah mata di depan orang, apalagi jika mereka dari kalangan kaum bangsawan.

Aku tersenyum geli kenapa aku begitu pusing dengan perdebatan kami yang tidak ada ujung akhirnya itu. Musuh-musuh Islam tidak akan pernah redup sampai dunia ini berakhir, bahkan mereka para pembenci Islam itu akan bertambah banyak dan mereka tidak berhenti menjelek-jelekkan Islam seperti yang dialami oleh Rasulullah.

Sang kakak segera memberi nasehat untuk tetap bersabar seperti halnya Rasulullah yang tidak ambil pusing bahkan tidak balas dendam jika para kaum Quraisy mengolok dan menjahilinya. Ia berkata bahwa seharusnya kita harus bangga menjadi muslim karena inilah satu-satunya agama dan jalan hidup yang di ridhai oleh Allah. Setiap perbuatan dan amalan sekecil apapun selalu diberi reward oleh-Nya, bandingkanlah dengan mereka para kaum Kuffar, amalan yang mereka lakukan seperti debu yang berterbangan. Sama sekali sia-sia belaka.

Semenjak kejadian itulah aku mulai belajar dan terus belajar akan Islam. Aku sangat bangga menjadi muslim dan aku akan sebarkan ilmu yang berharga ini ke orang lain. Aku tidak perlu takut jika orang-orang mengejek Islam lagi, karena aku sudah tahu bahwa Islam satu-satunya jalan hidup manusia yang indah. Islam satu-satunya solusi atas permasalahan hidup manusia di muka bumi. Selama aku mempunyai kemampuan, akan kusebarkan dan kupromosikan Islam ke seluruh dunia.

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (QS. Ash-Shaff : 9).

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan aozora_hime sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Wawan R | Pengajar
Senang banget berkunjung dan baca-baca KSC. Isinya bagus penuh inspirasi. Sukses selalu untuk KSC.
KotaSantri.com © 2002 - 2020
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1877 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels