Pelangi » Refleksi | Rabu, 8 Desember 2010 pukul 16:09 WIB

Sandiwara Jalanan

Penulis : Adi Rahman Nur Ibnu

Pertama kali mulai membaca novis (novel Islami) berawal dari sebuah novel berjudul "Sandiwara Jalanan", bacaan seorang kawan. Cerita novel tentang tentang perjalanan sang tokoh naik motor yang penuh petualangan.

Ternyata 'Sandiwara Jalanan' juga saya alami sendiri kemarin. Di sebuah jalan raya yang rusak berlubang bak kawah Mars, ada sebuah motor yang oleng karena masuk ke lubang di tengah jalan. Aku yang terbiasa di daerah itu tak ada masalah lewat situ. Tiba-tiba ada motor yang oleng dan jatuh karena si pengendara motor tidak bisa menjaga keseimbangan setelah menabrak lubang di jalanan. Terkaparlah si mas-mas pengendara motor ber-plat G itu. Aku yang ada di belakangnya langsung berhenti dan menolong si mas-mas untuk meminggirkan motornya. Ia tidak apa-apa, cuma kakinya bengkak-bengkak dan gigi depannya berdarah.

"Daerah sini emang banyak lubangnya, Mas," kataku sambil nuntun motornya. "Hati-hati aja kalau lewat daerah sini."

Ia mengucapkan terima kasih dan terduduk di pinggir jalan. Setelah kubalas acungan jempol, aku pergi.

Aku jadi ingat Khalifah Umar bin Abd Aziz yang dengan lantang akan bertanggung jawab bila ada seekor keledai yang terperosok di jalanan karena telat diperbaiki. Atau lebih 'ngeri' lagi kisah Al-Mu'tashim Billah (seorang khalifah dari dinasti Umayyah), yang mengirim pasukan ke Irak demi membela kehormatan seorang Muslimah. Saking panjangnya pasukan, sampai-sampai bila ujung pasukan sampai di Irak, maka 'ekor' pasukan masih di perbatasan negeri.

Ah, tak perlu membandingkan Bupati, Gubernur, Menteri, atau pejabat lain dengan para khalifah itu. Mereka mungkin tak kenal dan mungkin tak berusaha mengenal mereka. Tinggal ditunggu saja apakah jalan-jalan itu akan diperbaiki atau tidak. Kalau sampai sekarang belum diperbaiki, mungkin mereka punya urusan yang lebih penting daripada urusan rakyat atau sekadar menanggapi keluhanku karena velg motorku benjol. Kalaupun besok dan sampai minggu depan masih belum juga diperbaiki, marilah kita tolong menolong kalau ada yang jatuh di jalan. Lumayan, beramal kecil-kecilan buat mengurangi dosa (amin ya Allah).

KotaSantri.com 2002-2022