QS. An-Nahl : 97 : "Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Alamat Akun
http://hendi.kotasantri.com
Bergabung
23 Maret 2009 pukul 18:10 WIB
Domisili
Subang - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
hendi_ruhe@yahoo.com
roehendie@gmail.com
hendi_ruhe@yahoo.com
Tulisan Ruhendi Lainnya
Utang dan Rezeki yang Tidak Disangka
21 Oktober 2010 pukul 16:09 WIB
Keceriaanmu Kebahagiaan Kami
8 Oktober 2010 pukul 15:55 WIB
Setelah Ramadhan Berlalu
17 September 2010 pukul 16:09 WIB
Berbagi Kebahagiaan
30 Agustus 2010 pukul 16:25 WIB
Sahur untuk "Yang Lewat"
20 Agustus 2010 pukul 16:50 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 9 November 2010 pukul 16:00 WIB

Beruntung Aku Sakit

Penulis : ruhendi

Harus ada sakit yang mengingatkan akan begitu berartinya kesehatan.
(Kunci Meraih Hidup Bahagia - Dr. 'Aidh bin Abdullah al-Qarni)

***

Sabtu siang adalah waktu untukku bersama keluarga, setelah hari Senin sampai Jumat ku bekerja di luar kota. Benar kata pepatah, “Pergilah bersama keluargamu dalam suatu acara tamasya keluarga setiap minggu, karena hal itu akan memberikan kesempatan lebih banyak untuk mengenal anak-anakmu, memperbarui hidupmu, dan menghilangkan kebosanan.”

Ya, yang kurasa memang demikian. Untuk menghilangkan kejenuhan bekerja dan menghapus kebosanan di rumah terus, anak dan istriku setiap akhir pekan kuajak jalan-jalan. Terkadang masuk ke mall untuk berbelanja kebutuhan keluarga di awal bulan atau hanya sekadar keliling kota tanpa membeli barang apapun. Melihat suasana di tengah kota yang ramai di siang hari dengan mengendarai sepeda motor demi menyenangkan anak dan istriku. Terkadang anakku tidur ketika jalan-jalan dan walaupun belum mengerti apa-apa, tapi setidaknya itu akan membuat anakku senang, begitu harapan aku dan istriku.

Sabtu kemarin kami berbelanja di sebuah mall yang terkenal murah dan cukup banyak pengunjungnya. Ketika memarkir motor di tempat parkir, tak disangka bertemu dengan teman lama. Segera kuajak bersalaman dan ku menyapa lebih dulu. "Gimana kabarnya, Kang? Ko ada di sini?” tanyaku. "Alhamdulillah sekarang sehat, iya ini istri dan anak yang bungsu sedang berbelanja di sini," jawab temanku itu.

"Kau sendiri gimana kabarnya?" ujarnya. "Alhamdulillah aku juga sehat dan ini istri serta anakku," kuperkenalkan kepadanya. "Katanya sempat sakit setelah Lebaran itu? Sakit apa?" tanyaku lagi. "Iya, sakit gejala typus dan harus beristirahat di rumah sakit selama seminggu. Kayaknya terlalu capek mengejar liputan arus mudik. Beruntung aku sakit, kalau tidak, pasti akan kajongjonan (terlena). Dengan datangnya sakit, kita bisa introspeksi apa yang telah kita perbuat selama ini dan bisa lebih mendekatkan diri. Anggaplah sakit sebagai rem ketika kita terus mengejar hal yang bersifat duniawi," jawab temanku panjang lebar dan memberi pencerahan.

"Alhamdulillah kalau begitu, sekarang mau terus ke mana?" kataku. "Oke ya, nanti kita bisa ngobrol lagi dan maaf buru-buru, sekarang sudah ditunggu istriku di dalam dari tadi SMS terus pengen segera dijemput. Dan ini mumpung ada rejeki, itung-itung nyeuceup untuk anakmu," ujarnya sambil mengeluarkan dompet dan memberikan sejumlah uang. "Oiya, makasih atuh kang. Hati-hati ya, salam buat keluarga," kataku mengakhiri obrolan.

Setelah teman itu masuk ke dalam mall, ku memberitahu istriku. "Itu teman kerja ayah, ketika sama-sama bekerja di tempat kerja yang dulu. Pemahaman agamanya luas dan walaupun sudah lama tidak bertemu, tapi dia tetap baik. Dia jadi kepala biro kota A, kalau pengen jalan-jalan ke mall bersama keluarganya, kadang mereka pergi ke sini."

***

Sakit yang menimpa manusia mengandung hikmah di sisi Allah SWT. "Setiap cobaan apa saja yang menimpa seorang Muslim, sampai sebuah tusukan duri, adalah karena salah satu dari dua sebab, yakni karena Allah hendak mengampuni kesalahannya yang tidak dapat diampuni melainkan dengan cobaan itu, atau Allah hendak memberi suatu kemuliaan yang tidak dapat dicapainya kecuali melalui cobaan itu." (HR. Ibnu Abi Dunya).

Dalam buku Etika Kedokteran dalam Islam karya Dr. H. Ali Akbar, diuraikan kewajiban orang sakit, yaitu berobat, mematuhi nasihat dan petunjuk dokter, sabar dan jangan gelisah, ingat kepada Allah SWT, menyadari hikmah sakit, bertobat, tetap berpengharapan sembuh, berwasiat (jika sakit keras), dan berbaik sangka kepada Allah SWT.

*) Nyeuceup : Menengok bayi ketika baru lahir.

Suka
Puspita menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan ruhendi sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Aryani | Karyawan Swasta
Salam kenal buat semua teman-teman penghuni KotaSantri.com. Sempat tau situs ini dari beberapa artikel yang dikirim oleh teman ke inboxQu. Tetapi, setelah dibuka banyak yang berguna buatQu. Semoga terus bermanfaat bagi sesama.
KotaSantri.com © 2002 - 2021
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0846 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels