HR. Bukhari : "Berhati-hatilah dengan buruk sangka. Sesungguhnya buruk sangka adalah ucapan yang paling bodoh."
Alamat Akun
http://masekoprasetyo.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Surabaya - Jawa Timur
Pekerjaan
Editor Jawa Pos
Seorang pecandu berat wedang kopi, tapi antirokok. Arek Suroboyo yang besar di Bekasi. Pengagum berat kebesaran Allah ini hobi sepak bola dan melempar senyum. Pemuda yang doyan kacang ijo ini juga pegiat baca buku. Bergelut dengan naskah dan tata bahasa adalah tugasnya sehari-hari sebagai editor bahasa Jawa Pos.
http://samuderaislam.blogspot.com
Tulisan Eko Lainnya
Menghadap dengan Sebaik-baiknya
11 Agustus 2010 pukul 16:09 WIB
Jangan Lepas Jilbabmu tanpa Alasan Jelas
5 Agustus 2010 pukul 20:25 WIB
Penggaris Bu Guru
2 Agustus 2010 pukul 16:09 WIB
Rp. 5 Ribu untuk Murid ”Terbelakang”
27 Juli 2010 pukul 16:50 WIB
Kuncinya : Bersyukur!
19 Juli 2010 pukul 15:25 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Rabu, 18 Agustus 2010 pukul 15:45 WIB

Puasa si Kecil dan Nikmat Berbuka

Penulis : Eko Prasetyo

”Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kamu supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah : 183).

Ramadhan merupakan bulan yang kedatangannya sangat dinanti-nantikan umat Islam. Sebab, pada bulan suci tersebut, Allah SWT memberikan ampunan bagi hamba yang bertobat dengan sungguh-sungguh, melipatgandakan pahala ibadah, serta membuka pintu surga dan menutup pintu neraka.

Lebih dari itu, ibadah shaum (puasa) membawa banyak manfaat. Misalnya, berpuasa sehat bagi kesehatan tubuh dan baik bagi orang yang tengah menjalankan diet sehat. Esensi berpuasa pada bulan suci Ramadhan juga luas. Tak heran apabila bulan Ramadhan sangat spesial.

***

Seorang sahabat saya berbagi cerita tentang Ramadhan-nya bersama si kecil. Putri sulungnya baru berusia lima tahun. Sang sahabat hendak memperkenalkan ibadah puasa kepada anaknya tersebut. Si ayah itu pertama menjelaskan ibadah puasa yang diwajibkan Allah SWT. Karena hukumnya wajib, seorang muslim akan berdosa jika tidak menjalankannya.

Namun, si anak bertanya. ”Puasa itu apaan sih, Yah?”
”Puasa itu artinya enggak makan dan minum selama seharian, mulai subuh sampai maghrib,” jawab sang ayah.
”Wah, lapar dong! Kalo gitu, aku nggak mau puasa, Yah,” ucap si anak polos.

Si ayah dengan bijak tidak langsung menghardik bahwa tidak berpuasa pada bulan Ramadhan itu berdosa. Dia juga tidak menakut-nakuti anaknya tentang ancaman api neraka jahanam pada orang yang berdosa, termasuk yang tidak berpuasa wajib itu.

Ketika makan sahur, si anak itu terbangun. Dia melihat ayah dan ibundanya sedang makan pada pagi-pagi buta tersebut. Si anak lantas bertanya.
”Yah, kok makan pagi-pagi sih?”
”Ayah sama Ibu makan sahur sebelum berpuasa sampai maghrib nanti.”

Sang anak lalu ikut makan sahur bersama bapak ibunya. Namun, paginya dia meminta dibuatkan nasi goreng dan teh hangat kepada ibunya. Ayahnya tersenyum. Dia memberikan isyarat kepada sang istri untuk menuruti kemauan putri mereka, meski sebelumnya si anak ikut makan sahur.

Saat adzan maghrib mulai memanggil, si ayah dan ibu menyegerakan makan berbuka. Si anak juga ikut berbuka. Dia lalu bercerita bahwa di taman kanak-kanak (TK) tempatnya bersekolah, para guru menjelaskan ibadah puasa Ramadhan beserta semua manfaatnya.

Si kecil tertarik. Dia lalu meminta kepada bapak ibunya untuk diizinkan berpuasa. Tentu saja orangtuanya dengan senang hati mengabulkan keinginan anak mereka tersebut. Namun, karena baru belajar berpuasa, si kecil diizinkan untuk berpuasa sampai bedug adzan dzuhur.

Awalnya, si kecil mengeluh lapar dengan ibadah menahan lapar dan haus tersebut. Namun, lingkungan, orangtua, guru, dan teman-temannya di TK turut menguatkan tekad si kecil dalam menyelesaikan ibadah shaum (puasa) pertamanya. Ketika tiba waktu dzuhur, dia berbuka. Wajahnya tampak sangat semringah, seperti telah mengakhiri suatu pekerjaan yang berat.

Bapaknya tersenyum. Dia sangat bersyukur dengan pelajaran berpuasa yang dialami si kecil. Lewat nikmatnya berbuka puasa, dia berdoa agar keluarganya dijauhkan dari siksa api neraka, sebagaimana firman Allah SWT, ”Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka”. (At-Tahriim : 6).

http://samuderaislam.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Eko Prasetyo sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eka | Karyawan
Salam kenal untuk semua yang ada di KotaSantri.com. Saya baru ikut program ini, tempat ini memang tempat yang paling tepat untuk membekali pengetahuan dengan agama. Pokoknya okelah, tempat mengisi kekosongan disaat kesepian.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1173 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels