Pelangi » Refleksi | Rabu, 11 Agustus 2010 pukul 16:09 WIB

Menghadap dengan Sebaik-baiknya

Penulis : Eko Prasetyo

Sebuah pesan yang sangat baik saya dapatkan dari seorang teman. Dia sosok yang cukup sederhana. Kami sama-sama bekerja satu kantor di Kota Pahlawan. Setiap hari, dia berangkat dan pulang kerja Surabaya–Jombang. Dan itu telah menjadi aktivitasnya selama bertahun-tahun bekerja.

Meski demikian, tak pernah sekali pun saya mendengar dia mengeluh. Dalam bekerja, dia juga termasuk disiplin. Dia selalu berusaha menuntaskan pekerjaan sebaik-baiknya. Dalam pergaulan, dia juga dikenal supel. Dia tak pernah alpa menyapa orang lain dengan ramah.

Di kampungnya, teman saya tersebut juga dikenal rajin mengikuti pengajian, baik mingguan maupun bulanan. Boleh dibilang, wawasan ke-Islam-annya cukup baik. Tak jarang pula saya bertanya tentang sesuatu yang tidak saya pahami. Misalnya, menyangkut masalah ibadah.

Satu hal yang selalu saya perhatikan dari kawan tersebut adalah kebiasaannya saat shalat berjamaah di masjid. Ke mana-mana dia selalu membawa tas kecil, baik ketika di kantor maupun di masjid. Saya baru mafhum ketika mengikuti shalat Maghrib berjamaah bersamanya.

Setelah wudhu, dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya tersebut. Rupanya, isinya hanya baju takwa. Dia mengganti pakaian kerjanya dengan baju takwa saat shalat. Hal ini selalu saya amati saat kami kebetulan shalat berjamaah di masjid.

Dalam kesempatan lain, saat senggang, saya iseng menanyakan kebiasaannya ganti baju saat shalat. Dia tidak langsung menjawab dengan gamblang. Dia lantas bertanya kepada saya. ”Jika hendak bertemu bos, ente pakai pakaian apa?” tanyanya. ”Yo pakaian sing genah (yang baik),” jawab saya.

Dia merasa tak perlu menjabarkannya lebih lanjut dan saya pun sudah bisa menangkap maksudnya. Ya, seringkali tanpa disadari kita abai terhadap penampilan. Termasuk ketika sedang menjalankan ibadah shalat.

Kadang, ada yang shalat dengan kaus oblong yang sedikit kumal. Ada pula yang shalat dengan pakaian yang (maaf) sudah agak bau. Padahal, saat itu sedang menghadap pimpinan tertinggi, yakni Allahu azza wa jalla.

Jikalau kita memakai pakaian terbaik ketika menghadap atasan, selayaknya pula kita melakukan hal serupa saat menemui Sang Pencipta. Saat shalat, sudah selayaknya kita menghadap kepada-Nya dengan sebaik-baiknya.

Semoga Ramadhan kali ini memberikan semangat untuk lebih baik dalam beribadah. Marhaban yaa Ramadhan.

KotaSantri.com © 2002-2026