Sirah Umar, Ibnu Abdil Hakam : "Aku akan duduk di sebuah tempat yang tak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan."
Alamat Akun
http://nuraulia.kotasantri.com
Bergabung
1 Maret 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bogor - Jawa Barat
Pekerjaan
Jurnalis
Tulisan Aris Lainnya
Membelah Sahabat
5 Agustus 2010 pukul 18:11 WIB
Simpang Jalan
26 Juli 2010 pukul 20:55 WIB
Istimewanya Kemandirian Wong Ndeso
22 Juli 2010 pukul 16:00 WIB
Martabak Kentang
18 Juli 2010 pukul 20:00 WIB
Sederhana, Bersyukur
9 Juli 2010 pukul 16:00 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 10 Agustus 2010 pukul 15:55 WIB

Pura-Pura Baik

Penulis : Aris Solikhah

Beberapa waktu lalu, saya menyimak kuliah umum dari seseorang. Salah satu isinya yang menarik hati saya ialah istilah ‘pura-pura baik’. “Kebanyakan kita menjalani hidup sebagai orang yang berpura-pura baik. Menjadi baik butuh latihan. Marilah kita belajar berpura-pura baik dan hal itu suatu saat menjadi kebiasaan hidup kita.”

Saya pun demikian, berulangkali peristiwa, saya berpura-pura atau memaksakan diri baik. Tentu saja ini butuh perjuangan. Kadang kepuraan ini tidak membuahkan hasil. Saya loss control. Ini mengecewakan dan menumbuhkan rasa bersalah.

Berpura-pura atau tepatnya mengendalikan diri untuk berbuat baik walau kadang dilakukan terpaksa atau memaksa namun memunculkan kepuasan batin, kebahagian, rasa berharga dan kepercayaan diri. Kemenangan mutlak, menang atas pengendalian diri. Percaya atau tidak, itu yang terjadi pada diri saya.

Bila ada orang lain membutuhkan bantuan pinjaman uang misalnya, yang dirasakan adalah keinginan untuk menolak membantu. Apalagi jika diri kita berada dalam kesibukan atau juga membutuhkan uang juga.

Kalau menolak membantu, hati kita akan ada rasa bersalah. Mungkin kita bisa menepis rasa itu. Sampai kapan? Sesering melakukannya, kita akan terbiasa untuk tidak membantu orang lain dan hati kita kaku serta beku. Kurang peka terhadap persoalan orang lain.

Sebaliknya, walau berat dan terpaksa, kalau seringkali kita berusaha membantu. Kita lama-lama ringan melakukannya bahkan memiliki hati yang peka terhadap kebutuhan orang lain. Berpura-pura baik itu bagus bukan? Seperti perkataan Stephen Covey, perbaiki niat, komitmen, dan lakukan. Terus menerus kita melakukan, lama-lama menjadi kebiasaan baru.

Ramadhan, bulan tepat untuk ‘berpura-pura’ baik. Berlatih sekuat tenaga dan semoga menjadi kebiasaan yang baik selamanya. Selamat Ramadhan, mohon maaf lahir batin.

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Aris Solikhah sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Ibu Hafif | Ibu RT
Webnya www.kotasantri.com bagus euy.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1075 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels