QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://meyla.kotasantri.com
Bergabung
9 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bandung - Jawa Barat
Pekerjaan
Swasta
http://meylafarid.multiply.com
Tulisan Meyla Lainnya
Cita-cita
2 Agustus 2010 pukul 17:35 WIB
Memakan Bangkai Saudara Sendiri
31 Juli 2010 pukul 15:50 WIB
Perkedel Kentang 'Seadanya'
25 Juli 2010 pukul 20:15 WIB
Lapindo, Susno, Ke Manakah Mereka?
18 Juli 2010 pukul 16:00 WIB
Tuhanku
16 Juli 2010 pukul 20:25 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 8 Agustus 2010 pukul 16:55 WIB

Cinta

Penulis : Meyla Farid

Penafsiran setiap orang tentang 'cinta' bisa berbeda-beda. Jika disandingkan pada lawan jenis, mungkin kebanyakan akan mengklaim bahwa cinta adalah sebuah perasaan ketika mata melihatnya, telinga mendengarnya, pikiran mengingatnya, hati menjadi bahagia. Mungkin ada yang bilang bahwa cinta adalah memberi, setulus-tulusnya. Mungkin juga ada yang mengaku bahwa cinta adalah ketika ia tak bisa hidup tanpanya. Atau definisi relatif lainnya.

Kalau cinta untuk jenis lain? Akan kita dengar banyak definisi juga. Setiap orang mengungkapkan pemahamannya akan cinta berdasarkan pengalaman masing-masing. Tidak ada salahnya jika kata-kata mereka berbeda, tapi tujuannya sama saja. Menuju ke makna cinta.

Buat saya, cinta adalah ketika hati merasakan bahagia. Apa itu bahagia? Tidak dapat saya ungkapkan. Tapi ketika saya sedang bersama seseorang yang membuat jantung saya berdebar, mata saya terfokus padanya, dan seluruh panca indera saya ikut merasakan kehadirannya, itulah cinta.

Suatu saat, saya berpapasan dengan (lebih tepatnya dicegat) seorang anak seusia Sekolah Dasar yang sedang memanggul dua keranjang rotan berisi bungkusan-bungkusan cireng. Anak laki-laki ini menyapa, "Bu, beli cirengnya Bu..." lalu hati saya menjadi luluh. Seluruh panca indera saya merasakan keberadaannya, dekat sekali dengan saya. Baik secara raga ataupun jiwa. Dan saya merasakan apa yang ia rasakan. Berharap saya membeli makanan yang dijualnya. Maka dengan serta merta saya merogoh tas dan menyodorkan selembar uang lima ribuan kepadanya. Anak laki-laki itu pun menyodorkan sebungkus cireng mentah siap goreng seharga yang saya beli. Itulah cinta. Ketika saya rela membeli sesuatu dari seorang pedagang, bukan karena saya menginginkan apa yang dijualnya, tapi karena saya merasakan 'kehadirannya'.

Atau saat saya bertemu seorang murid baru, dimana ketika saya menatap air mukanya, saya dapat memahami bagaimana karakter dan emosi yang terpendam di balik air muka anak tersebut. Saya coba memahaminya dan memperlakukannya sesuai dengan yang diperlukan oleh anak tersebut. Oya, anak-anak memiliki karakter yang beragam. Ada yang semangat belajar, kurang semangat, senang bermain, atau bahkan tidak suka belajar. Ketika saya dapat memahami tipe mana anak yang saya tatap tersebut, saya merasakan cinta. Kenapa? Karena ketika itu saya ingin berbuat yang setepat mungkin bagi kesuksesan belajar anak didik tersebut. Saya akan menyesuaikan sikap saya sesuai karakternya. Ini juga saya sebut dengan cinta.

Ketika malam tiba, dan rasa ngantuk mendera, saya melirik tempat tidur saya dan segera merebahkan diri di atasnya. Saya peluk guling kesayangan, dan tiba-tiba hati saya menjadi lebih nyaman. Saya merasakan kenyamanan yang luar biasa, hingga mata saya terpejam dan seluruh tubuh merasakan rileks dan dapat tidur dengan segera tanpa beban pikiran apa-apa. Itu juga saya sebut cinta.

Banyak cinta lain yang saya punya, mudah-mudahan saya senantiasa merasakan kehadirannya, dan selalu dapat mensyukurinya. Kadang ketika saya terfokus pada satu jenis cinta saja, saya jadi tidak mampu merasakan cinta-cinta lainnya. Sehingga ketika satu cinta itu hilang, atau menyakiti kita, kita terpuruk dan menjadi lupa bahwa banyak hal/orang lain yang mau memberi dan menerima cinta untuk hidup kita.

Segelas minuman hangat atau dingin, itu juga bisa menjadi cinta.

http://meylafarid.multiply.com

Suka
bambang menyukai tulisan ini.

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Meyla Farid sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

zaenudin | tutor
Memang Hebattt, bisa nambah ilmu juga sahabat.
KotaSantri.com © 2002 - 2026
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1817 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels