QS. Al-Hujuraat : 13 : "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Alamat Akun
http://ila.kotasantri.com
Bergabung
16 Maret 2009 pukul 18:56 WIB
Domisili
Semarang - Jawa Tengah
Pekerjaan
traveller
http://ilarizky.blogspot.com
http://facebook.com/ila.rizky
Tulisan Ila Lainnya
Don't Make Me Sad, Please!
22 Juli 2010 pukul 17:25 WIB
Arabisme Tak Tunjukkan Keislaman
12 Juli 2010 pukul 16:45 WIB
Takdir yang Lain
18 Maret 2010 pukul 15:00 WIB
You have been Mature
4 Maret 2010 pukul 16:00 WIB
Dilarang Merokok di Tempat Umum!
23 Februari 2010 pukul 15:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 25 Juli 2010 pukul 16:30 WIB

Gairah : Mencintai Kehidupan

Penulis : Ila Rizky Nidiana

Bangun tidur
Tidur lagi
Bangun lagi
Tidur lagi
Baaanguuunnnn tidurrr lagii...

Entah sudah hitungan keberapa telinga saya mendengar dan secara naluriah otak saya menghafalnya pula tanpa perlu bersusah payah saking seringnya mendengar lagu ini dinyanyikan di TV saat kematian si pencipta lagu ini, Mbah Surip. Ada satu pertanyaan besar yang sering melekat dalam benak saya, pertanyaan mendasar sebetulnya, karena ini berkaitan dengan kehidupan, masa depan. Benarkah kehidupan sehambar yang dinyanyikan oleh Mbah Surip, habis bangun tidur, ya tidur lagi?

Jika seseorang telah melewati satu fase kehidupan, benarkah kehidupan berikutnya jadi terasa begitu hambar?

Saya menyoroti satu fase, fase transisi. Misal saja, dari seorang sarjana menjadi pekerja, terkadang ia harus melewati dulu fase menjadi jobless, dari seorang lajang menjadi menikah, ia harus melewati masa-masa kritis antara dua status yang membuatnya kadang menjadi tak menentu. Entah, saya belum merasakan yang saya contohkan tadi, namun, dalam beberapa kali saya pun pernah, manusiawi dong kalau pernah merasakan hidup kita di dunia ini sehambar roti tanpa selai buah, cokelat, atau pun keju. Tak hanya sekali malah, bahkan mungkin sering, ketika satu pekerjaan selesai, jiwa terasa hambar. Bukan sekali dua kali, lalu, apa sebenarnya yang terjadi?

Seperti yang kita tahu, sebuah pekerjaan menuntut visi, sebuah tujuan, dan disertai hasil di akhir. Nah, ketika hasil itu telah diperoleh, maka sang pelaku menganggap bahwa tujuan telah terlaksana dan saatnya untuk beralih ke pekerjaan baru. Sayangnya, saat-saat terakhir usai pekerjaan telah terlaksana, justru menjadi saat yang paling menakutkan, karena saat itulah semua berbalik ke titik nol, tak ada nilai, tak ada persiapan, tak ada hasil, kembali ke satu titik awal, hampa. Mungkin, karena itulah Allah mengajarkan kita untuk terus menerus bergairah terhadap kehidupan kita, dan terus-menerus mendekat padaNya. Subhanallah… Saat itulah acuan kita bukan lagi pada dunia yang hampa, yang mencandai kita dengan pernak-pernik cantiknya yang melenakan, namun acuan kita, tujuan kita, visi kita jauh tinggi melampaui semua pencapaian di dunia, surga. Jadi, sudahkah menjadikan Allah tujuan utama kita? Wallah ua’lam.

“Maka, apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS. Al-Insyirah : 7).

Ini bukanlah akhir dari segalanya, tapi awal dari dunia yang baru.

http://ilarizky.blogspot.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Ila Rizky Nidiana sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Mundzakir | Teknisi Printer
Wah, udah beberapa tahun ane gak masuk KSC, sampe lupa account lama, akhirnya buat lagi. Tapi sekarang fasilitasnya dahsyat.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1159 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels