HR. Al Hakim : "Menyendiri lebih baik daripada berkawan dengan yang buruk, dan kawan bergaul yang shaleh lebih baik daripada menyendiri. Berbincang-bincang yang baik lebih baik daripada berdiam, dan berdiam adalah lebih baik daripada berbicara (ngobrol) yang buruk."
Alamat Akun
http://ramadhan_adhi.kotasantri.com
Bergabung
5 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Bekasi - Jawa Barat
Pekerjaan
Programmer
Menjadi seseorang yang senantiasa dirindukan kehadirannya oleh orang lain adalah harapan saya. Untuk itu, mohon doanya sehingga bisa menggapainya harapan tersebut...
http://dik2.multiply.com
andhika.ramdhan
ramadhan_adhi
andhika.ramdhan@gmail.com
andhika.ramdhan@gmail.com
http://twitter.com/AndhikaRamdhan
Tulisan Dikdik Lainnya
Perahu Kertas
24 Juni 2010 pukul 16:09 WIB
Berbahagialah Menjadi Jalan Rizki bagi Mereka
22 Juni 2010 pukul 18:44 WIB
Ternyata di Sana Ada Nilai Kekhusyukan Kita
13 Juni 2010 pukul 15:00 WIB
Aku Malu ...
4 Juni 2010 pukul 16:00 WIB
Ketika Dua Jiwa Menjadi Satu
25 Mei 2010 pukul 15:55 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Ahad, 4 Juli 2010 pukul 15:00 WIB

Bagaimana Kabar Mereka?

Penulis : Dikdik Andhika Ramdhan

Lampu di perempatan jalan itu telah berganti kembali menjadi merah, setelah sebelumnya sempat memancarkan warna hijau dan kuning darinya. Dua buah kaki-kaki kecil itu masih lincah berpindah dari satu pijak ke pijak lainnya, menghampiri satu demi satu cahaya mata yang kadang menyorotkan nada iba, namun kadang juga berisi nada jijik ataupun cibiran semata.

Malam memang sudah larut, kerlip bintang kini mulai bergelayut di antara hamparan awan yang sebagian telah menutupi sebagian indahnya malam. Semilir angin kini semakin menambah dingin suasana. Aku masih terpaku di satu sudut bangunan tua, berdindingkan tembok berlapis putih.

Mata ini masih jauh memandang ke sana, ke arah di mana kaki-kaki kecil itu masih lincah berpijak, di atas hamparan aspal hitam. Beberapa lembar halaman peta kota masih ada di peluknya, satu demi satu ia tawarkan ke orang-orang yang ia simpan harapan daripadanya untuk bisa menyambung satu atau dua nafas hidupnya. Meski kadang ia harus bergelut dengan terpaan panas matahari ataupun deraan hujan yang mulai mengguyur kembali di penghujung tahun lalu.

Hasan namanya. Ia hanya satu dari sekian anak yang biasa berada di sana. Bergelut dengan nasib ketika matahari pagi mulai menyeringai di ufuk timur, dan tak berhenti meskipun senja telah menyelimuti mayapada. Dari mulai koran, peta, air minum botol, atau sekedar makanan ringan lainnya, telah sedemikian akrabnya dengan ia. Menemani hari-harinya merajut mimpi. Potret seorang anak jalanan yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya.

Aku jadi teringat satu tahun yang lalu, ketika aku tergagap mendengar sebuah pertanyaan dari seorang teman. Sederhana memang pertanyaan itu. Ia hanya bertanya bagaimana peran kami di LDK mengenai masalah mereka, mereka yang telah menjadikan jalanan sebagai tempatnya menuntut berjuta ilmu dan pengetahuan, mereka yang telah menjadikan jalanan sebagai tempatnya mengais rezeki, mereka yang telah menjadikan jalanan sebagai arena bermain yang jauh lebih mengasyikan daripada sebuah tanah lapangan?

Sejak saat itu, kami mulai berpikir, mencari satu solusi apa yang dapat kami berikan untuk mereka. Satu minggu, dua minggu, tiga minggu, alhamdulillah hasil pendekatan kami kepada mereka cukup menggembirakan. Suasana akrab mulai tercipta, meskipun hanya satu dua tegur sapa dalam beberapa kali perjumpaan kami dengan mereka. Hari-hari mereka kini mulai ditambah dengan satu kegiatan belajar Al-Qur'an bersama kami yang difasilitasi oleh pihak kampus sebagai tempatnya. Alhamdulillah... Sebuah harapan semoga mereka tidak terlalu terpisah jauh jarak dengan agama Allah SWT.

Semua berjalan, sampai akhirnya sebuah kabar telah menjadikan hati kami bergetar. Pedih dan terasa mengiris hingga ke palung sanubari. "Ia sudah jadi nasrani," ucap si Hasan. Astaghfirullah, seorang anak yang memang dari sejak awal kami mendekati mereka serasa jauh, ternyata kini memang telah berpaling.

Dalam satu dua kali pertemuan kami usahakan untuk bisa berbicara dengan anak itu, membahas tentang apa yang terjadi. Namun, sepertinya memang mereka telah sekuat tenaga membatasi ruang gerak aqidah ia. Ya, mereka para misionaris dari kampus seberang yang jauh lebih aktif, dan jauh lebih memiliki kekuatan untuk menggalang mereka para anak jalanan yang berada dalam kondisi terlalu mudah untuk dibolak-balikkan aqidahnya. Kami hanya mampu menunduk dan bersimpuh memohon Ia yang Mahakuasa untuk mengembalikan aqidah para hambaNya, kembali pada jalan Islam.

Dan malam ini, aku masih terpaku setelah satu tahun berlalu. Wallahu a'lam bagaimana sekarang kabar mereka. Aku hanya bisa menitipkannya pada Ia yang memilikinya. Berharap diberikan kekuatan iman dalam diri dan hati-hati mereka, sehingga teguh memegang panji-panji Islam.

Wallahu a'lam bish-shawab.

http://dik2.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Dikdik Andhika Ramdhan sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Eko | Karyawan BUMN
Alhamdulillah bisa bergabung lagi setelah 6 bulan aku off. Tulisannya bisa menggugah perasaan kita. Lanjutkan, saudaraku!

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1024 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels