Imam Nawawi : "Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu."
Alamat Akun
http://yayu.kotasantri.com
Bergabung
24 Maret 2010 pukul 14:45 WIB
Domisili
Nomi - Ishikawa
Pekerjaan
Ibu Rumah tangga
Saya adalah seorang ibu rumah tangga, dikaruniai tiga orang anak yang lahir dan besar di Jepang. Kini menemani suami seorang dosen di salah satu universitas di kota Nomi Jepang.
http://yayujapan.multiply.com
yayu_indriyani@yahoo.com
Tulisan Sri Lainnya
Memahami Takdir
6 Juni 2010 pukul 18:30 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Selasa, 22 Juni 2010 pukul 15:45 WIB

Cahaya Negeri Rantau

Penulis : Sri Yayu Indriyani R.

Tujuh tahun sudah aku tinggal di negeri rantau, negeri yang bermakna buatku, sebuah tempat perjuangan. Tanpa sanak saudara, tanpa keluarga besar yang menemani. Satu-satunya yang menemaniku dengan setia di sini adalah suami, kemudian satu persatu anak-anak kami lahir dan besar di negeri ini.

Saat kegalauan menerpa diri, hanya pada diri-Nya, Allah SWT tempatku mengadu. Saat kesulitan memuncak, tidak ada yang bisa kuminta pertolongan kecuali pada-Nya. Hikmah mencintai kebersihan, menjunjung kejujuran, menerapkan kedisiplinan adalah sebagian hikmah yang sering kurasakan dan kulihat nyata di negeri rantau ini.

Aku seringkali termenung, saat memisahkan beberapa jenis sampah dan membuangnya pada jadwal tertentu di tempat sampah yang bersih nan teratur. Aku mulai memahami beginilah aturan Islam tentang kebersihan. Sangat jarang kulihat tumpukan sampah berceceran ataupun baunya yang menyengat di negeri ini, khususnya di kota yang kutempati sekarang. Kalaupun terjadi, pihak yang berkepentingan akan segera menindak pelaku dan membersihkannya sejak awal.

Saat kejujuran mulai dipertanyakan di dunia ini, aku merasakan negeri rantau ini berusaha menjunjung tinggi kejujuran. Beberapa kisah yang mengejutkanku akan ujian kejujuran pernah beberapa kali kurasakan.

Suatu hari libur, tiba-tiba astma anakku kambuh dan dokter menyarankan untuk memakai alat bantu “nebulizer” untuk terapi. Suami saat itu masih kuliah, belum memungkinkan kami membelinya. Akhirnya dokter memberikan kami pinjaman alat. Kemudian beliau mengatakan, “Silahkan pakai alat ini dan tolong dikembalikan jika pulang ke negerimu.”

Aku mengatakan, bagaimana jika kami akan masih lama di negeri ini. Pak Dokter tersenyum sambil menyuruh suster menyiapkan alat “nebulizer” untuk dipinjamkan pada kami. Alhamdulillah anakku sangat terbantu, setelah menggunakan alat tersebut, perlahan astmanya jarang kambuh. Setelah lima tahun berlalu, kami ditakdirkan harus pindah ke kota lain masih di negeri rantau. Saatnya mengembalikan alat dan senyum mengembang kulihat kembali dari dokter nan baik hati itu.

Hikmah yang lain, suatu hari aku dikejutkan oleh telepon dari sebuah rumah sakit, seorang petugas meminta maaf ada kesalahan dalam perhitungan biaya rumah sakit. Ada kelebihan biaya yang telah aku bayar. Sebenarnya tidak begitu banyak, masih di bawah lima ratus yen. Tapi hutang adalah hutang dan satu yen pun adalah uang. Ketika aku kembali untuk berobat ke RS tersebut, mereka meminta maaf berkali-kali sambil membungkukkan badan. Mereka mengembalikan kelebihan uang dan berjanji semoga tidak akan ada kesalahan untuk kedua kalinya.

Kedisplinan, negeri rantau ini banyak mendidikku. Saat mengantri, saat menunggu kedatangan bis umum ataupun bis sekolah anak-anak. Aku belajar memahami makna satu menit, bahkan satu detik. Terlambat satu menit adalah terlambat. Akibatnya bisa fatal, aku harus mengganti dengan satu jam berikutnya karena jadwal bis yang sangat sedikit ataupun harus mengantar anak-anakku ke sekolah sendiri.

Beginilah ajaran Islam jika dijunjung dan diterapkan, hidup akan teratur dan dispilin. Ini adalah negeri rantau, negeri non-muslim. Tentunya jika kita sebagai muslim menjalankan semua aturan Islam yang telah dibuat oleh Allah SWT, maka hasilnya akan jauh lebih hebat daripada yang saya rasakan di negeri rantau ini.

Wallahu a'lam bishshawab.

-Catatan Harian Seorang Ibu-
Ishikawa - Jepang

http://yayujapan.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Sri Yayu Indriyani R. sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

M. Hilmy | Wiraswasta
Insya Allah... Isinya ringan seperti kapas, berbobot seperti baja, dan dalam seperti samudera.
KotaSantri.com © 2002 - 2014
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.0775 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels