Anis Matta : "Pahlawan bukanlah orang suci dari langit yang diturunkan ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat, secepat kilat untuk kemudian kembali ke langit. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis."
Alamat Akun
http://vivi_hn.kotasantri.com
Bergabung
7 Februari 2009 pukul 13:00 WIB
Domisili
Hadano - Kanagawa
Pekerjaan
IRT
Keluarga adalah tempat untuk mencurahkan kasih sayang, menaburkan asa, dan menumpahkan keluh kesah. Keluarga bisa menjadi syurga dunia, bila diisi oleh orang-orang yang sholih dan sholihah. Keluarga adalah impian setiap insan, tempat berkembangnya putik-putik bunga..hingga mekar dan menebarkan wangi ke selilingnya..itulah keluarga barokah...
http://hifizahn.multiply.com
Tulisan Hifizah Lainnya
Keluarga Ceria, Ceria (Ber)keluarga
1 Mei 2010 pukul 17:30 WIB
Menikah, Sulit?
26 April 2010 pukul 15:45 WIB
Menikah, Siapa Takut?
22 April 2010 pukul 19:35 WIB
Kuncinya : Cinta Tak Bersyarat
13 April 2010 pukul 16:20 WIB
Pendidikan, Membuat Orang Bingung?
1 April 2010 pukul 16:09 WIB
Pelangi
Pelangi » Refleksi

Sabtu, 8 Mei 2010 pukul 15:10 WIB

Tante, Mengapa Saya Diciptakan?

Penulis : Hifizah Nur

Siswa-siswi yang berjumlah empat orang di depan saya memperhatikan ulasan saya dengan serius. Sesekali dua orang siswi ngobrol sendiri, tetapi langsung serius lagi mendengarkan pelajaran agama. Dua orang siswa, satu sudah sejak kelas satu di Jepang, satunya lagi baru satu tahun. Sedangkan dua orang siswi sudah lebih dari lima tahun di Jepang. Lancar membaca bahasa Indonesia, tapi karena lama tinggal di Jepang, cukup sulit menangkap isi bacaan bila tanpa penjelasan.

Sesi kali ini memang pelajaran Agama Islam, materi yang cukup sulit bagi anak-anak itu bila dibandingkan dengan pelajaran IPA dan Matematika. Pelajaran bahasa Indonesia dan IPS tentang masyarakat Indonesia juga cukup sulit ditangkap. Kosakata bahasa Indonesia yang minim dan lingkungan Indonesia yang jauh dari bayangan mereka menjadi beberapa faktor penyebabnya. Apalagi pelajaran kelas lima dan enam SD Indonesia memakai kosakata untuk tingkatan yang cukup tinggi menurut saya.

Saya membahas tentang Rukun Iman. Bagian penting yang sangat mempengaruhi cara hidup seorang muslim. Saya tahu, keyakinan masyarakat Jepang tentang Sang Pencipta, tentang malaikat, tentang kitab suci, nabi dan rasul, hari akhir dan takdir sangat jauh berbeda dengan apa yang diajarkan dalam Islam. Apalagi tentang tujuan penciptaan manusia, tentu berbeda sekali dengan yang diajarkan di sekolah-sekolah Jepang.

Di awal mengajar, datang pertanyaan dari siswi saya yang kritis. "Tante, mengapa saya diciptakan, untuk apa saya hidup, mengapa saya dilahirkan oleh ibu saya?" tanyanya. Pertanyaan seperti ini, tentu sangat sulit dijawab tanpa penjelasan panjang dan lebar. Bisa-bisa materi yang saya siapkan tidak bisa terbahas hari ini. Akhirnya saya mengangkat Al-Qur'an Syamil. "Kamu pernah baca Al-Qur'an dari awal sampai akhir?" tanya saya balik. Kepala-kepala di depan saya menggelang. Saya tahu, meskipun bisa baca, belum tentu paham isi Al-Qur'an. Karena itu, saya merubah pertanyaan saya, "Ada yang pernah membaca terjemahan Al-Qur'an dari awal sampai akhir?" Semua menggelang.

Saya pandangi mereka satu persatu. "Semua pertanyaan kamu ada jawabannya di sana, coba deh baca terjemahan bahasa Indonesianya. Yang versi bahasa Jepang pun ada, tapi menurut orang Jepang sendiri, kanjinya sulit dibaca," jelas saya. Mereka antusias ingin melihat Al-Qur'an terjemahan saya. "A... Honto da... Ada terjemahannya!!" seru siswi yang bertanya tadi.

Saya tersenyum puas. Saya menduga ada sedikit ijiwaru (menggoda) dalam pertanyaan tadi. Karena agama bukan sesuatu yang penting bagi masyarakat Jepang, maka semua pertanyaan itu dijawab hanya berdasarkan asumsi buatan manusia. Tidak ada yang seratus persen diyakini kebenarannya. Mungkin anak-anak itu berpikir, dalam Islam tidak akan ada jawaban dari pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Padahal Islam agama yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan lengkap. Semoga mereka tertarik untuk mempelajarinya lebih jauh.

Pelajaran tentang iman pun dimulai. Saya memakai materi untuk kelas satu SD di Indonesia. Materinya simple, dan kata-katanya lebih mudah dimengerti, selain juga karena saya tidak punya buku materi agama kelas 6 SD. Yang penting, dibuku kelas satu itu tersedia materi yang dibutuhkan. Tinggal ulasannya yang perlu lebih menarik dan sesuai dengan kemampuan berpikir mereka yang kritis dan cerdas, sesuai dengan tingkat usia mereka.

Di awal saya membahas tentang Allah yang menciptakan manusia. Lalu agar kita bisa mengetahui apa keinginan Allah kepada kita, diutuslah nabi dan rasul. Karena keterbatasan panca indera manusia, kita tidak bisa melihat Allah yang Mahabesar, Penguasa alam raya yang luas ini. Oleh karena itu, diutuslah malaikat untuk membawa wahyu kepada para nabi dan rasul. Lalu merekalah yang bertugas menjelaskan apa saja keinginan Allah kepada kita. Wahyu-wahyu Allah itu saat ini berbentuk Al-Qur'an yang mulia.

Yang menarik adalah ketika kami membahas tentang alam ghaib. Seperti alam kubur, hari kiamat, dan syurga. Saya merasakan keingintahuan mereka yang besar tentang topik bahasan itu. Mungkin karena di dalamnya terkandung jawaban dari pertanyaan mendasar manusia. Bisa juga karena secara fitrah kita senang dengan yang ghaib-ghaib.

Saya terangkan kenapa perlu adanya kiamat. Agar keadilan Allah bisa ditegakkan. Banyak orang-orang yang lemah, yang tidak mampu membalas ketika mereka disakiti oleh orang lain. Percaya terhadap hari pembalasan membuat orang-orang lemah itu tidak akan berputus asa dalam menjalani hidup.

Pertanyaan tentang syurga pun muncul, ketika saya terangkan bahwa di sana ada kesenangan tanpa batas. Apa yang kita inginkan pasti akan dikabulkan. Lalu ada yang nyeletuk, "Kalau minta uang? Diberi?" Saya tertawa. "Kayaknya kita enggak perlu uang di sana," ujar saya.

Saya juga menjelaskan tentang pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur, nikmat dan siksa kubur selama menunggu sebelum datangnya hari kiamat.

Saya banyak membandingkan kepercayaan Islam dengan kepercayaan Jepang yang pasti sudah mereka kenal baik. Misalnya tentang reinkarnasi dalam kepercayaan Jepang. Dalam Islam, tidak ada second chance. Ketika mati, seseorang harus mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya di dunia. Kalau banyak kebaikannya, insya Allah reward Allah berupa syurga menanti. Sebaliknya, kalau buruknya lebih banyak, nerakalah tempat kembalinya. Karena itu, hidup harus dihadapi dengan serius.

Saya senang, karena sesi pelajaran agama kali ini bisa berjalan sesuai harapan. Meskipun sesekali saya perlu mencari padanannya dalam bahasa Jepang. Asalkan mereka paham, dan antusias mendengarkannya, insya Allah, rasanya usaha saya untuk menjelaskan tentang Iman ini tidak sia-sia.

Terakhir, ada satu pertanyaan menarik dari siswa kelas itu, "Tante, kalau orang yang sudah dibakar menjadi abu (seperti kebiasaan orang Jepang) bagaimana cara malaikat bertanya? Kan tidak dikubur." Kritis sekali pertanyaan itu. "Itulah kehebatan Allah, meskipun dibakar, dia tetap ditanya juga di alam ghaib tentang perbuatannya di dunia," jawab saya sambil mengakhiri sesi agama siang itu.

http://hifizahn.multiply.com

Suka

Dipersilahkan untuk menyebarkan tulisan ini dalam bentuk apa pun, asalkan tetap menjaga kode etik dengan mencantumkan Hifizah Nur sebagai penulisnya dan KotaSantri.com sebagai sumbernya.

Andree | Karyawan
Walaupun saya baru di KotaSantri.com, tapi saya sangat puas, karena penuh dengan ilmu agama, dan penggunaannya pun sederhana gak seperti yang lain, yang penuh dengan instruksi bahasa orang kafir, kasihan kan yang ingin ikut silaturrahmi tapi gak ngerti bahasanya seperti saya.

jejak-jejak yang terserak
adalah buku pertama saya yang berisi refleksi sederhana atas apa yang dilihat mata, didengar telinga, diucapkan lisan, dirasakan hati dalam pernak-pernik kehidupan. dituangkan dengan bahasa yang sederhana, mengalir dan mudah dimengerti.

KotaSantri.com © 2002 - 2012
Iklan  •  Jejaring  •  Kontak  •  Kru  •  Penulis  •  Profil  •  Sangkalan  •  Santri Peduli  •  Testimoni

Pemuatan Halaman dalam 0.1571 Detik

Tampilan Terbaik dengan Menggunakan Mozilla Firefox Versi 3.0.5 dan Resolusi 1024 x 768 Pixels